Bajing Melintas di Kabel Listrik

Bajing Melintas di Kabel Listrik   Suatu pagi di jalan, sekilas pintas terlihat oleh saya seekor bajing berlari diatas kabel listrik tebal yang melintang di atas jalan tersebut. Jalan yang saya lalui pagi itu adalah suatu jalan tembus, dan karena namanya jalan tembus, tentu saja semua orang ingin memanfaatkannya sehingga dengan segera jalan tembus itu lantas berkategori “padat merayap”—artinya di dalam mobil yang merayap perlahan-lahan … Lanjutkan membaca Bajing Melintas di Kabel Listrik

Patung

P A T U N G                            Duaratus tahun kemudian, seorang nenek berkata kepada cucunya, sambil menunjuk diriku. “Lihatlah orang bodoh itu,” katanya, “ia berdiri terus disitu, menunggu kekasihnya sampai menjadi patung.” Kulihat  gadis disampingnya, menggandeng neneknya dengan hati-hati. Agaknya nenek itu sengaja membawa gadis manis cucunya itu kesini untuk memberinya pelajaran. “Jangan pernah engkau sudi menunggu kekasih yang meninggalkanmu tanpa kepastian untuk kembali. Nanti … Lanjutkan membaca Patung

Sarman

S A R M A N                         Ceritakanlah padaku tentang kejenuhan,” kata Alina pada juru cerita itu. Maka Juru cerita itu pun bercerita tentang Sarman: Pada suatu hari yang cerah, pada suatu hari gajian, Sarman membuat kejutan. Setelah menerima amplop berisi uang gaji dan beberapa tunjangan tambahan, dan setelah menorehkan paraf, sarman termenung-menung. Tak lama. Ia segera berteriak dengan suara keras. ”Jadi, untuk ini aku … Lanjutkan membaca Sarman

Sepotong Senja Untuk Pacarku

Sepotong Senja Untuk Pacarku Alina tercinta, Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja–dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan. Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap? Seperti setiap senja di setiap pantai, tentu ada juga burung-burung, pasir yang basah, siluet batu karang, dan barangkali juga perahu lewat di jauhan. Maaf, aku tidak sempat menelitinya satu persatu. Mestinya ada juga lokan, batu yang berwarna-warni, dan … Lanjutkan membaca Sepotong Senja Untuk Pacarku

Rembulan dalam Cappuccino

Rembulan dalam Cappuccino   SEMINGGU setelah perceraiannya, perempuan itu memasuki sebuah kafe, dan memesan Rembulan dalam Cappuccino. Ia datang bersama senja, dan ia harus menunggu malam tiba untuk mendapatkan pesanannya. CAPPUCCINO1 dalam lautan berwarna coklat, datang langsung dari tercemplung cangkir, tenggelam sebentar, tapi lantas pingpong-tapi bukan bola pingpong, ini rembulan. Semua orang berada dalam kafe diam- diam melangkah keluar, menengok ke langit, ingin membuktikan dengan … Lanjutkan membaca Rembulan dalam Cappuccino

Komidi Putar

Komidi Putar   DA-DA, kuda*, engkau berlari dengan mulut berdarah, da-da, kuda, melintasi padang rumput, melompati jurang, menyeberangi sungai, menyusuri pantai, menembus hutan, melewati kota, mengarungi benua, memburu cakrawala, da-da, kuda, berderap di bawah langit dengan surai gemulai yang berkilat keemas-emasan di bawah cahaya senja tiada pernah bertanya akan berakhir sampai di mana. Da-da, kuda, mereka semua berderap seperti sepakat tiada saling membalap, berderap seperti … Lanjutkan membaca Komidi Putar

Sembilan Semar

Sembilan Semar   SIAPAKAH yang percaya Semar itu benar-benar ada? Di dunia ini adakah satu orang saja yang percaya betapa manusia yang buruk rupa, membosankan, dan mulutnya berbusa dengan petuah itu sebenarnya memang ada – cuma saja dia bersembunyi entah di mana? Semar memang ada gambarnya. Ada wayang kulitnya. Ada pula pemain wayang orang yang memerankannya. Semar itu seolah-olah memang ada, jadi nama toko emas, … Lanjutkan membaca Sembilan Semar

Saksi Mata

Saksi Mata   Saksi mata itu datang tanpa mata. Ia berjalan tertatih-tatih di tengah ruang pengadilan dengan tangan meraba-raba  udara. Dari lobang pada bekas tempat kedua matanya mengucur darah yang begitu merah bagaikan tiada warna merah yang lebih merah dari merahnya darah yang mengucur perlahan-lahan dan terus menerus dari lobang mata itu. Darah membasahi pipinya membasahi bajunya membasahi celananya, membasahi sepatunya dan mengalir perlahan-lahan di … Lanjutkan membaca Saksi Mata