Fotografi Caleg: Siapa Sudi Kena Kibul?

Fotografi merupakan pengikisan bahasa dan pemampatan atas yang tidak terkatakan secara sosial, menjadikannya senjata antiintelektual dengan semangat menyisihkan ’politik’ (sebagai lembaga problem dan solusi), untuk melaju sebagai status sosio-moral. Begitulah fotografi berada di atas segala pengetahuan atas sesuatu yang dalam dan irasional dengan ko-ekstensi dalam politik. Melalui foto, sang calon menjadi produk, contoh, dan umpan, bukan dari programnya, melainkan motifnya yang terdalam, keluarganya, mentalnya, bahkan lingkungan erotiknya, seluruh gaya hidupnya.
Lanjutkan membaca Fotografi Caleg: Siapa Sudi Kena Kibul?

Iklan

Kumpulan puisi BAYI MATI

HARI INI SEPERTI JUGA KEMARIN hari ini seperti juga kemarin tak lagi terbandingkan, antara nasib antara sepi kemudian rawan, jatuh di bumi lantas seperti kemarin-kemarin : matahari pagi yogya 1976 *** SAJAK MALAM setelah usai, dentang jam dinding duabelas kali yogya 1976 *** CATATAN si bocah berjongkok dan menangis memandang buih lautan : akukah kau cari? suara-suara samodra menggoda manja si bocah menangis semakin keras … Lanjutkan membaca Kumpulan puisi BAYI MATI