SOEHARTO dan PETRUS (Penembak Misterius)

SOEHARTO dan PETRUS (Penembak Misterius)              “Sejarah dipelajari bukan hanya untuk ketepatan data, melainkan juga untuk memetik makna. Sebuah otobiografi bisa bermakna dengan cara…” SEBUAH autobiografi secara politis boleh dibilang merupakan usaha legitimasi. Seolah-olah penulisnya berujar, “Inilah yang sebenarnya saya lakukan dan tidak ada yang lebih benar daripada ini.” Tidak aneh jika kata-kata seperti meluruskan sejarah sering diumbar untuk mengiringi penerbitan buku autobiografi seorang tokoh. … Lanjutkan membaca SOEHARTO dan PETRUS (Penembak Misterius)

Saksi Mata

Saksi Mata   Saksi mata itu datang tanpa mata. Ia berjalan tertatih-tatih di tengah ruang pengadilan dengan tangan meraba-raba  udara. Dari lobang pada bekas tempat kedua matanya mengucur darah yang begitu merah bagaikan tiada warna merah yang lebih merah dari merahnya darah yang mengucur perlahan-lahan dan terus menerus dari lobang mata itu. Darah membasahi pipinya membasahi bajunya membasahi celananya, membasahi sepatunya dan mengalir perlahan-lahan di … Lanjutkan membaca Saksi Mata

Senja di Kaca Spion

Senja di Kaca Spion   Senja semburat dengan dahsyat di kaca spion. Sangat menyedihkan betapa di jalan tol aku harus melaju secepat kilat ke arah yang berlawanan. Di kaca spion, tengah, kanan, maupun kiri, tiga senja dengan seketika memberikan pemandangan langit yang semburat jingga, tentu jingga yang kemerah-merahan seperti api berkobar yang berkehendak membakar meski apalah yang mau dibakar selain menyepuh mega-mega menjadikannya bersemu jingga … Lanjutkan membaca Senja di Kaca Spion

Vietnam

Vietnam   Saya kira tadinya mudah saja pergi ke Mongolia. Buktinya tidak. Karena suatu persoalan teknis, saya tiba-tiba saja terdampar di Vietnam. Sebenarnya di kepala saya sudah berdengung angin berpasir Gurun Gobi diiringi musik Kitaro, namun bagai dilontarkan dalam sebuah tabung, mendadak di sinilah saya — Saigon: jalanan yang serabutan, Honda bebek, sepeda, Yamaha bebek, sepeda, cyclo, bunyi klakson terus-menerus, bunyi klakson terus-menerus, sepeda, cyclo, … Lanjutkan membaca Vietnam

Menjual Komik Indonesia – Paham dan Salah Paham

sumber: http://kompas.com/kompas-cetak/0011/05/SENI/paha18.htm Menjual Komik Indonesia Paham dan Salah Paham Oleh Seno Gumira Ajidarma <!–[if !vml]–><!–[endif]–>    DALAM perbincangan tentang komik Indonesia mutakhir, bisa dipastikan terjumpai sejumlah pendapat seperti berikut: (1) Pasar komik Indonesia telah direbut oleh komik Jepang; (2) Komik Indonesia tersingkir dari pasar karena kualitasnya di bawah standar; (3) Komik Indonesia perlu diterbitkan kembali untuk merebut pasar. Ketiga pendapat ini menjadikan pasar sebagai acuan … Lanjutkan membaca Menjual Komik Indonesia – Paham dan Salah Paham

Kini Kita Bicara Tentang Kabut

KINI KITA BICARA TENTANG KABUT tentang kabut (dimana kita cari seseorang diseberangnya) sudah waktunya diperbincangkan kembali — tetes-tetes hujan, lembar-lembar daun semuanya berakhir ke bumi serpih-serpih dalam darah, nyawa yang resah semuanya berakhir ke bumi pijar-pijar lampu dan seribu doa semuanya berakhir ke bumi namun inikah jawabannya? agaknya, tentang kabut (dimana kita cari seseorang diseberangnya) belum waktunya kita bicarakan Yogya 1976 Lanjutkan membaca Kini Kita Bicara Tentang Kabut

Clara atawa Wanita yang Diperkosa

CLARA atawa Wanita yang Diperkosa oleh Seno Gumira Ajidarma Barangkali aku seorang anjing. Barangkali aku seorang babi*) – tapi aku memakai seragam. Kau tidak akan pernah tahu siapa diriku sebenarnya. Di hadapanku duduk wanita itu. Rambutnya dicat merah. Coklat sebetulnya. Tapi orang-orang menyebutnya merah. Padahal merah punya arti lain bagiku. Sudah bertahun-tahun aku dicekoki pikiran bahwa orang-orang merah adalah orang-orang yang berbahaya. Jadi, aku tidak … Lanjutkan membaca Clara atawa Wanita yang Diperkosa

Destination: The Land of Never-ending Sunset

Cerita pendek ini adalah hasil terjemahan dari karya Seno Gumira Ajidarma yang berjudul “Tujuan: Negeri Senja”. Artikel yang berkaitan dengan halaman ini, dapat anda baca disini Destination: The Land of Never-ending Sunset* Pam Allen   There’s a special ticket booth at Tugu railway station in Yogyakarta. You can’t buy tickets to Jakarta or Bandung or Surabaya there. It’s set apart from the other booths, and … Lanjutkan membaca Destination: The Land of Never-ending Sunset

Seno Gumira Ajidarma:Conscience of The People

Artikel diambil dari http://www.nzasia.org.nz/journal/NZJAS-back-issues/NZJAS-Dec02/Allen.pdf. Klik disini untuk melihat format aslinya. Dalam artikel ini diterjemahkan pula cerpen berjudul Tujuan:Negeri Senja (dimuat di Harian Kompas edisi 8 Nopember 1998) ke dalam bahasa Inggris yang dapat anda baca disini <!–[if !vml]–> SENO GUMIRA AJIDARMA: CONSCIENCE OF THE PEOPLE Ditulis oleh PAM ALLEN1 University of Tasmania Born in 1958 in Boston, Seno Gumira Ajidarma has been writing fiction since … Lanjutkan membaca Seno Gumira Ajidarma:Conscience of The People

Manusia Kamar

Pada umurnya yang ke-20 ini, ia mulai memasuki periode sinis kepada dunia. Aku telah mengenalnya semenjak ia mulai mengenal dirinya sendiri. Ia muak melihat kepalsuan-kepalsuan di sekelilingnya. Aku bilang padanya, dalam kehidupan itu semua biasa. Ia bisa mengerti, tapi tak bisa menerima.Lima tahun yang lalu ia masih hidup dengan penuh harapan. Tapi yang penting mungkin bukan sekadar harapan. Yang penting adalah kenyataan, dan kenyataan telah … Lanjutkan membaca Manusia Kamar

Cintaku Jauh di Komodo

Cintaku Jauh di Komodo oleh Seno Gumira Ajidarma dimuat di Harian Kompas edisi 17 Agustus 2003 dimasukkan ke dalam buku berjudul Linguae terbitan Gramedia Pustaka Utama HANYA laut. Hanya kekosongan. Dunia hanyalah laut dan langit yang dibatasi garis tipis melingkar, membentuk garis lingkaran yang tiada pernah berubah jaraknya, meski perahuku melaju menembus angin yang bergaram. Bibirku terasa asin dan rambutku menyerap garam, tapi kutahu cintaku … Lanjutkan membaca Cintaku Jauh di Komodo

Linguae

Linguae                                                                            Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Cetakan Pertama Maret 2007 Daftar Isi:      1. “Cermin Maneka”, Kompas 8 Oktober 2000 2. “Cintaku Jauh Di Komodo”, Kompas 17 Agustus 2003 3. “Rembulan dalam Cappuccino”, Kompas 30 November 2003 4. “Tong Setan”, Koran Tempo 8 Februari 2004 5. “Badak Kencana”, Koran Tempo 30 Mei 2004 6. “Senja di Pulau Tanpa Nama”, Koran Tempo 7 … Lanjutkan membaca Linguae