Grhhh!

Grhhh!   Reserse Sarman masih asyik menyeruput kopinya di warung Markonah, ketika bunyi HT yang menjengkelkan itu memanggil-manggil. Malam sudah larut. Sisa gerimis bertabur membiaskan cahaya petromaks. “Bintara Sarman?” “Siap Pak!” “Cepat ke Jalan Satu! Ada kerusuhan!” “Siap Pak!” Kopinya masih berkepul, namun Reserse Sarman telah melesat pergi. Kenikmatan sejenak di warung itu mesti dilepasnya kembali. Senyuman Markonah yang telah lama menghunjam hatinya harus dilupakan … Lanjutkan membaca Grhhh!

Bunyi Hujan di Atas Genting

Bunyi Hujan di Atas Genting   “Ceritakanlah padaku tentang ketakutan,” kata Alina pada juru cerita itu. Maka juru cerita itu pun bercerita tentang Sawitri:  Setiap kali hujan mereda, pada mulut gang itu tergeletaklah mayat bertato. Itulah sebabnya Sawitri selalu merasa gemetar setiap kali mendengar bunyi hujan mulai menitik di atas genting.             Rumahnya memang terletak di sudut mulut gang itu. Pada malam hari, kadang-kadang ia … Lanjutkan membaca Bunyi Hujan di Atas Genting

SOEHARTO dan PETRUS (Penembak Misterius)

SOEHARTO dan PETRUS (Penembak Misterius)              “Sejarah dipelajari bukan hanya untuk ketepatan data, melainkan juga untuk memetik makna. Sebuah otobiografi bisa bermakna dengan cara…” SEBUAH autobiografi secara politis boleh dibilang merupakan usaha legitimasi. Seolah-olah penulisnya berujar, “Inilah yang sebenarnya saya lakukan dan tidak ada yang lebih benar daripada ini.” Tidak aneh jika kata-kata seperti meluruskan sejarah sering diumbar untuk mengiringi penerbitan buku autobiografi seorang tokoh. … Lanjutkan membaca SOEHARTO dan PETRUS (Penembak Misterius)