Laporan dari Omah Munir (oleh : Seno Gumira Ajidarma)

Laporan dari Omah Munir Senin, 15 Desember 2014 | 00:32 WIB Seno Gumira Ajidarma, Wartawan panajournal.com Seminggu lalu, Senin, 8 Desember 2014, saya berada di Omah Munir, di Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Itulah tanggal kelahiran Munir Said Thalib, yang jika tidak meninggal akibat konsentrasi Arsenik 3 sebanyak 0,460 miligram per liter yang menyebabkan blokade reaksi detoksifikasi, Selasa 7 September 2004 di udara, dalam pesawat … Lanjutkan membaca Laporan dari Omah Munir (oleh : Seno Gumira Ajidarma)

Ibu yang Anaknya Diculik Itu

KOMPAS Minggu, 16 November 2008 Ibu yang Anaknya Diculik Itu Seno Gumira Ajidarma Ibu terkulai di kursi seperti orang mati. Pintu, jendela, televisi, telepon, perabotan, buku, cangkir teh, dan lain-lain masih seperti dulu—tetapi waktu telah berlalu sepuluh tahun. Tinggal Ibu kini di ruang keluarga itu, masih terkulai seperti sepuluh tahun yang lalu. Rambut, wajah, dan busananya bagai menunjuk keberadaan waktu. Telepon berdering. Ibu tersentak bangun … Lanjutkan membaca Ibu yang Anaknya Diculik Itu

Kisah Seorang Penyadap Telepon

Kisah Seorang Penyadap Telepon   Hari ini aku menyadap lagi. Aku memang berasal dari keluarga penyadap. Kakekku seorang penyadap karet. Ayahku seorang penyadap nira. Aku sendiri seorang penyadap telepon. Setiap hari aku berangkat dari rumah naik bis lewat jalan tol dan begitu  tiba di kantor aku langsung melakukan penyadapan. Di mejaku sudah ada daftar orang-orang yang pembicaraannya lewat telepon harus disadap. Waktu baru diterima dikantor … Lanjutkan membaca Kisah Seorang Penyadap Telepon

Postmodernism and how Ajidarma used it against the New Order

Tulisan di bawah ini adalah penggalan dari salah satu bagian di dalam Tesis Strata-2 karya Andrew Charles Starr Fuller, BA, PGDip dari Melbourne Institute of Asian Languages and Societies Arts Faculty The University of Melbourne. Alih alih untuk menyelaraskan dengan nama blog, kami mengambil bagian yang berjudul The Case of Sukab. Terima kasih untuk Andy Fuller atas keaktifannya di mailing-list senogumiraajidarma@yahoogroups.com dan ijin yang diberikan … Lanjutkan membaca Postmodernism and how Ajidarma used it against the New Order

Grhhh!

Grhhh!   Reserse Sarman masih asyik menyeruput kopinya di warung Markonah, ketika bunyi HT yang menjengkelkan itu memanggil-manggil. Malam sudah larut. Sisa gerimis bertabur membiaskan cahaya petromaks. “Bintara Sarman?” “Siap Pak!” “Cepat ke Jalan Satu! Ada kerusuhan!” “Siap Pak!” Kopinya masih berkepul, namun Reserse Sarman telah melesat pergi. Kenikmatan sejenak di warung itu mesti dilepasnya kembali. Senyuman Markonah yang telah lama menghunjam hatinya harus dilupakan … Lanjutkan membaca Grhhh!