Legenda Wongasu

   Legenda Wongasu           SUATU ketika kelak, seorang tukang cerita akan menuturkan sebuah legenda, yang terbentuk karena masa krisis ekonomi yang berkepanjangan, di sebuah negeri yang dahulu pernah ada, dan namanya adalah Indonesia. Negeri itu sudah pecah menjadi berpuluh-puluh negara kecil, yang syukurlah semuanya makmur, tetapi mereka masih disatukan oleh bahasa yang sama, yakni Bahasa Indonesia, sebagai warisan masa lalu.Barangkali tukang cerita itu akan … Lanjutkan membaca Legenda Wongasu

Topeng Monyet

   Topeng Monyet                                                          Waktu ia menyeringai aku sudah tahu monyet itu siapa. Bumi ini cuma tempat persinggahan rohroh yang mencari tubuh. Ratusan ribu roh melesat kian kemari, ada yang mencari tubuh, ada yang lepas dari tubuh. Siapapun yang melihatnya akan menyaksikan pesta kembang api. Suaranya mendesing-desing dan ratusan ribu roh itu berkelebatan kian kemari dalam rotasi. Setiap detik berlangsung perpindahan roh dari … Lanjutkan membaca Topeng Monyet

Rembulan dalam Cappuccino

Rembulan dalam Cappuccino   SEMINGGU setelah perceraiannya, perempuan itu memasuki sebuah kafe, dan memesan Rembulan dalam Cappuccino. Ia datang bersama senja, dan ia harus menunggu malam tiba untuk mendapatkan pesanannya. CAPPUCCINO1 dalam lautan berwarna coklat, datang langsung dari tercemplung cangkir, tenggelam sebentar, tapi lantas pingpong-tapi bukan bola pingpong, ini rembulan. Semua orang berada dalam kafe diam- diam melangkah keluar, menengok ke langit, ingin membuktikan dengan … Lanjutkan membaca Rembulan dalam Cappuccino

Joko Swiwi

“CERITAKAN kepada kami tentang perbedaan,” kata murid-murid sekolah dasar itu kepada Ibu Guru Tati, kelak di masa yang akan datang. Maka Ibu Guru Tati akan menceritakan legenda Joko Swiwi. Ketika Joko Swiwi lahir, Poniyem merasa dirinya melahirkan seekor ayam, karena bayi yang keluar dari rahimnya terbungkus sepenuhnya oleh sepasang sayap yang basah. Dukun bayinya saja hampir pingsan melihat bayi seperti itu. Ketika sayap itu membuka … Lanjutkan membaca Joko Swiwi

Komidi Putar

Komidi Putar   DA-DA, kuda*, engkau berlari dengan mulut berdarah, da-da, kuda, melintasi padang rumput, melompati jurang, menyeberangi sungai, menyusuri pantai, menembus hutan, melewati kota, mengarungi benua, memburu cakrawala, da-da, kuda, berderap di bawah langit dengan surai gemulai yang berkilat keemas-emasan di bawah cahaya senja tiada pernah bertanya akan berakhir sampai di mana. Da-da, kuda, mereka semua berderap seperti sepakat tiada saling membalap, berderap seperti … Lanjutkan membaca Komidi Putar

Sembilan Semar

Sembilan Semar   SIAPAKAH yang percaya Semar itu benar-benar ada? Di dunia ini adakah satu orang saja yang percaya betapa manusia yang buruk rupa, membosankan, dan mulutnya berbusa dengan petuah itu sebenarnya memang ada – cuma saja dia bersembunyi entah di mana? Semar memang ada gambarnya. Ada wayang kulitnya. Ada pula pemain wayang orang yang memerankannya. Semar itu seolah-olah memang ada, jadi nama toko emas, … Lanjutkan membaca Sembilan Semar

Saksi Mata

Saksi Mata   Saksi mata itu datang tanpa mata. Ia berjalan tertatih-tatih di tengah ruang pengadilan dengan tangan meraba-raba  udara. Dari lobang pada bekas tempat kedua matanya mengucur darah yang begitu merah bagaikan tiada warna merah yang lebih merah dari merahnya darah yang mengucur perlahan-lahan dan terus menerus dari lobang mata itu. Darah membasahi pipinya membasahi bajunya membasahi celananya, membasahi sepatunya dan mengalir perlahan-lahan di … Lanjutkan membaca Saksi Mata