Rekonsiliasi Fakta dengan Fiksi

oleh : Savitri Scherer Meminjam judul puisi Ranggawarsita dari abad ke-19, yakni Kalatidha, Seno, penulis abad ke-21, merangkum cerita yang berkisar tentang peristiwa kekerasan di Indonesia pada sekitar tahun 1965. Dituturkan melalui pandangan bocah laki-laki berusia tujuh tahun yang mempunyai kebolehan masuk-keluar dunia bayangan yang berkabut. Kebolehannya mengikuti usianya yang menjadi dewasa, hingga dunia tersebut terkadang bercahaya gemilang, ataupun merupakan samudra dari titik-titik kristal yang … Lanjutkan membaca Rekonsiliasi Fakta dengan Fiksi

Badak Kencana

  Badak Kencana   BAGIKU tidak ada yang terlalu menarik di Ujung Kulon, sampai kudengar perbincangan tentang Badak Kencana. Perbincangan itu mulai kudengar di antara para nelayan. Semula aku tidak berpikir tentang Badak Kencana, melainkan tentang ikan-ikan yang kena kibul para nelayan: mereka mendekati lampu yang menyala untuk segera terperangkap dalam jala dan segera masuk ke perut manusia. Apakah ikan-ikan melihat sorga di balik cahaya, … Lanjutkan membaca Badak Kencana

Cermin Maneka

Cermin Maneka   DI depan cermin Maneka tertegun. Ia tidak melihat dirinya sendiri. Kalaulah harus ada satu hari yang harus menjadi lain di antara hari-hari lain, ia tidak mengharapkan kelainan itu berlangsung begini rupa. Setiap malam ia memang berdoa agar hidupnya berubah keesokan harinya. Ia berdoa agar hari-harinya tidak lagi begitu membosankan dan begitu menyebalkan justru karena tidak pernah ada persoalan. Segalanya begitu mudah bagi … Lanjutkan membaca Cermin Maneka

Tong Setan

DI SEBUAH pasar malam, terlihat Tong Setan. Di loketnya tertera, harga karcis Rp 5.000. DI SEBUAH pasar malam, terlihat Tong Setan. Di loketnya tertera, harga karcis Rp 5.000. “Pertunjukan segera dimulai!” Orang-orang antri membeli karcis demi anaknya, karena mereka sudah tahu apa yang akan mereka lihat — tapi mereka tidak pernah tahu apa yang akan dipikirkan anaknya, seperti juga orangtua mereka dulu tak pernah tahu … Lanjutkan membaca Tong Setan