Senja dan Sajak Cinta

Senja dan Sajak Cinta   Senja adalah semacam perpisahan yang mengesankan. Cahaya emas berkilatan pada kaca jendela gedung-gedung bertingkat, bagai disapu kuas keindahan raksasa. Awan gemawan menyisih, seperti digerakkan tangan-tangan dewa. Cahaya kuning matahari melesat-lesat. Membias pada gerak jalanan yang mendadak berubah bagai tarian. Membias pada papan-papan reklame. Membias pada percik gerimis dari air mancur. Membias diantara keunguan mega-mega. Maka langit bagaikan lukisan sang waktu, … Lanjutkan membaca Senja dan Sajak Cinta

Hujan, Senja, dan Cinta

Hujan, Senja, dan Cinta                                      Karena ia mencintai dia, dan dia menyukai hujan, maka ia menciptakan hujan untuk dia .1 Begitulah hujan itu turun dari langit bagaikan tirai kelabu yang lembut dengan suara yang menyejukkan. Dia sudah tahu saja dari mana hujan itu datang.duduk di depan jendela, diusapnya kaca jendela yang berembun. Jari-jari-nya yang mungil mengikuti aliran air yang menurun perlahan di kaca itu. ”Hujan, … Lanjutkan membaca Hujan, Senja, dan Cinta

Linguae

Linguae        Seperti cinta,” kataku. “Ya. Seperti cinta,” katanya. Dalam remang, entah pagi entah siang entah sore entah malam, kami terus menerus saling menguji daya cinta lidah kami. Selalu remang. Hanya remang. Lebih baik remang—karena cinta yang jelas dan terang, yakin dan pasti, bersih dan steril, seperti bukan cinta lagi. Jadi memang tak bisa kulihat wajahnya dengan jelas—apakah  yang masih bisa dilihat dari sebuah wajah … Lanjutkan membaca Linguae

Mestikah Kuiris Telingaku Seperti Van Gogh?

Mestikah Kuiris Telingaku Seperti Van Gogh?                           “Lihatlah bagaimana aku mencintaimu kekasihku. sudah begitu lama kita berpisah, tapi aku ingin mengawinimu. Telah kuraih gelar MBA dari harvard. Telah kududuki jabatan manajer perusahaan multinasional. Telah kukumpulkan harta benda berlimpah-limpah. Kawinlah denganku. Kuangkat kamu dari lembah hitam. Marilah jadi istriku. Jadi orang baik-baik, terhormat dan kaya. Ayo pergi dari sini, kita kawin sekarang juga.” Ia tersenyum, masih … Lanjutkan membaca Mestikah Kuiris Telingaku Seperti Van Gogh?

Cinta di Atas Perahu Cadik

Cinta di Atas Perahu Cadik             Bersama dengan datangnya pagi maka air laut di tepi pantai itu segera menjadi hijau. Hayati yang biasa memikul air sejak subuh, sambil menuruni tebing bisa melihat bebatuan di dasar pantai yang tampak kabur di bawah permukaan air laut yang hijau itu. Cahaya keemasan matahari pagi menyapu pantai, membuat pasir yang basah berkilat keemasan setiap kali lidah ombak kembali … Lanjutkan membaca Cinta di Atas Perahu Cadik

Epilog: Surat

Alina tercinta, Surat ini kutulis di bawah cahaya senja yang keemasan, yang membentuk sepetak lempeng emas di atas meja, di tempat sekarang aku memikirkan dirimu. Apakah yang sedang kau lakukan Alina ? Apakah kamu sedang minum kopi ? Apakah kamu sedang menyetir di belantara kemacetan yang menjengkelkan ? Apakah kamu sedang berada di suatu tempat entah di mana di balik bumi yang memandang senja perlahan-lahan … Lanjutkan membaca Epilog: Surat

Senja di Pulau Tanpa Nama

Senja di Pulau Tanpa Nama   SEPERTI Kawabata, aku mencintai seorang perempuan yang tidak pernah ada. Jika dia memang ada, tentunya ia sedang berdiri di sana, di pulau tanpa nama itu, dalam remang senja tanpa langit yang kemerah- merahan tanpa mega bersepuh cahaya keemasan-emasan tanpa segala sesuatu yang seperti biasanya membuat senja menjadi begitu sendu dan mengharukan begitu indah dan menggetarkan–tanpa itu semua, tanpa segala … Lanjutkan membaca Senja di Pulau Tanpa Nama

Cintaku Jauh di Komodo

Cintaku Jauh di Komodo oleh Seno Gumira Ajidarma dimuat di Harian Kompas edisi 17 Agustus 2003 dimasukkan ke dalam buku berjudul Linguae terbitan Gramedia Pustaka Utama HANYA laut. Hanya kekosongan. Dunia hanyalah laut dan langit yang dibatasi garis tipis melingkar, membentuk garis lingkaran yang tiada pernah berubah jaraknya, meski perahuku melaju menembus angin yang bergaram. Bibirku terasa asin dan rambutku menyerap garam, tapi kutahu cintaku … Lanjutkan membaca Cintaku Jauh di Komodo