Seno Gumira Ajidarma

SENO GUMIRA AJIDARMA

Lahir: Boston, 19 Juni 1958

Pendidikan Formal:

1994 – Sarjana, Fakultas Film & Televisi, Institut Kesenian Jakarta
2000 – Magister Ilmu Filsafat, Universitas Indonesia
2005 – Doktor Ilmu Sastra, Universitas Indonesia               

Penghargaan yang pernah di peroleh, antara lain:
1987 – SEA Write Award
1997 – Dinny O’Hearn Prize for Literary
2005 – Khatulistiwa Literary Award   

 
Aktivitas dan kesibukan: Wartawan, Fotografer, Dosen, dan tentu saja Penulis

*****************************************************

PROFIL
Seno Gumira Ajidarma

Sumber: Pusat Data dan Analisis TEMPO

 

SASTRAWAN yang satu ini sosok pembangkang. Ayahnya Prof. Dr. MSA Sastroamidjojo, guru besar Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Tapi, lain ayah, lain pula si anak. Seno Gumira Ajidarma bertolak belakang dengan pemikiran sang ayah. Walau nilai untuk pelajaran ilmu pasti tidak jelek-jelek amat, ia tak suka aljabar, ilmu ukur, dan berhitung. “Entah kenapa. Ilmu pasti itu kan harus pasti semua dan itu tidak menyenangkan,” ujar Seno. Dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas, Seno gemar membangkang terhadap peraturan sekolah, sampai-sampai ia dicap sebagai penyebab setiap kasus yang terjadi di sekolahnya. Waktu sekolah dasar, ia mengajak teman-temannya tidak ikut kelas wajib kor, sampai ia dipanggil guru. Waktu SMP, ia memberontak: tidak mau pakai ikat pinggang, baju dikeluarkan, yang lain pakai baju putih ia pakai batik, yang lain berambut pendek ia gondrong. “Aku pernah diskors karena membolos,” tutur Seno.

Imajinasinya liar. Setelah lulus SMP, Seno tidak mau sekolah. Terpengaruh cerita petualangan Old Shatterhand di rimba suku Apache, karya pengarang asal Jerman Karl May, ia pun mengembara mencari pengalaman. Seperti di film-film: ceritanya seru, menyeberang sungai, naik kuda, dengan sepatu mocasin, sepatu model boot yang ada bulu-bulunya. Selama tiga bulan, ia mengembara di Jawa Barat, lalu ke Sumatera berbekal surat jalan dari RT Bulaksumur yang gelarnya profesor doktor. Lancar. Sampai akhirnya jadi buruh pabrik kerupuk di Medan. Karena kehabisan uang, ia minta duit kepada ibunya. Tapi, ibunya mengirim tiket untuk pulang. Maka, Seno pulang dan meneruskan sekolah.
Ketika SMA, ia sengaja memilih SMA yang boleh tidak pakai seragam. “Jadi aku bisa pakai celana jins, rambut gondrong.”
Komunitas yang dipilih sesuai dengan jiwanya. Bukan teman-teman di lingkungan elite perumahan dosen Bulaksumur (UGM), rumah orangtuanya. Tapi, komunitas anak-anak jalanan yang suka tawuran dan ngebut di Malioboro. “Aku suka itu karena liar, bebas, tidak ada aturan.”

Walau tak mengerti tentang drama, dua tahun Seno ikut teater Alam pimpinan Azwar A.N. “Lalu aku lihat Rendra yang gondrong, kerap tidak pakai baju, tapi istrinya cantik (Sitoresmi). Itu kayaknya dunia yang menyenangkan,” kata Seno.

Tertarik puisi-puisi mbeling-nya Remy Sylado di majalah Aktuil Bandung, Seno pun mengirimkan puisi-puisinya dan dimuat. Honornya besar. Semua pada ngenyek Seno sebagai penyair kontemporer. Tapi ia tidak peduli. Seno tertantang untuk mengirim puisinya ke majalah sastra Horison. Tembus juga. “Umurku baru 17 tahun, puisiku sudah masuk Horison. Sejak itu aku merasa sudah jadi penyair,” kata Seno bangga.

Kemudian Seno menulis cerpen dan esai tentang teater.

Jadi wartawan, awalnya karena kawin muda pada usia 19 tahun dan untuk itu ia butuh uang. Tahun itu juga Seno masuk Institut Kesenian Jakarta, jurusan sinematografi. “Nah, dari situ aku mulai belajar motret,” ujar pengagum pengarang R.A. Kosasih ini.

Kalau sekarang ia jadi sastrawan, sebetulnya bukan itu mulanya. Tapi mau jadi seniman. Seniman yang dia lihat tadinya bukan karya, tetapi Rendra yang santai, bisa bicara, hura-hura, nyentrik, rambut boleh gondrong. “Tapi, kemudian karena seniman itu harus punya karya maka aku buat karya,” ujar Seno disusul tawa terkekeh.

Sampai saat ini Seno telah menghasilkan puluhan cerpen yang dimuat di beberapa media massa. Cerpennya Pelajaran Mengarang terpilih sebagai cerpen terbaik Kompas 1993. Buku kumpulan cerpennya, antara lain: Manusia Kamar (1988), Penembak Misterius (1993), Saksi Mata (l994), Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi (1995), Sebuah Pertanyaan untuk Cinta (1996), Iblis Tidak Pernah Mati (1999). Karya lain berupa novel Matinya Seorang Penari Telanjang (2000). Pada tahun 1987, Seno mendapat Sea Write Award. Berkat cerpennya Saksi Mata, Seno memperoleh Dinny O’Hearn Prize for Literary, 1997.

Kesibukan Seno sekarang adalah membaca, menulis, memotret, jalan-jalan, selain bekerja di Pusat Dokumentasi Jakarta-Jakarta. Juga kini ia membuat komik. Baru saja ia membuat teater.

Pengalamannya yang menjadi anekdot yakni kalau dia naik taksi, sopir taksinya mengantuk, maka ia yang menggantikan menyopir. Si sopir disuruhnya tidur.

 

*********************************************

                      

Transformasi Seno Gumira

Oleh: Maria Hartiningsih

Begitu lama ia merasa berada dalam keterbatasan yang membuatnya berpikir bahwa pemahaman ”yang benar” itu ada. Keterbatasan semacam itu membuat Seno Gumira Adji Darma (47) menabrak-nabrak dan menghayati pengalaman orang buta yang merayap dalam kegelapan. Padahal, ketika matanya terbuka, ternyata dunia memang gelap.

Jalan ilmu pengetahuan terstruktur membukakan kesadaran bahwa realitas ”yang benar” adalah konvensi, kesepakatan; bahwa yang bernama ”realitas” sebenarnya merupakan konstruksi sosial-historis.

”Segala sesuatu diciptakan karena ada kebutuhan. Teori juga begitu. Mereka lahir dari yang sudah ada. Postmodernisme lahir karena modernisme, dekonstruksi karena konstruksi, poststrukturalisme karena strukturalisme,” ujarnya.

Seno tenggelam di dalam samudra ketakterbatasan ilmu pengetahuan ketika meneliti komik Panji Tengkorak untuk disertasi S-3-nya di Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Ia tak lagi terpaku hanya pada filsafat komik, sesuatu yang hinggap di benaknya setelah menyelesaikan S-2-nya di jurusan filsafat UI.

Ia menyelesaikan S-3-nya dalam delapan semester diselingi proses kreatifnya melahirkan tiga novel—salah satu novelnya, Negeri Senja, mendapat Khatulistiwa Literary Award 2004—dua naskah drama, skenario, dan puluhan cerita pendek, kolom, esai yang dimuat di berbagai media. Ia masih bisa melakukan kegiatan yang ia gemari: memotret, bahkan sempat pameran karena ada teman yang memintanya.

Oleh sebab itu, ia tak mempersoalkan predikat kelulusan ”sangat memuaskan”, karena melewati standar waktu, meski nilainya cumlaude. ”Lagi pula aku sudah menerima diriku sebagai mediocre saja. Dari kecil aku tak pernah terobsesi jadi nomor satu.”

Waktu SD, anak pertama dari dua bersaudara yang lahir di Boston, Amerika Serikat, itu selalu duduk di baris tengah agak depan. ”Yang pintar duduk di belakang, yang kurang bisa menangkap pelajaran duduk di depan,” kenangnya.

Itu membuatnya tidak pernah merasa hebat. Sebaliknya, selalu merasa kurang. ”Konsekuensinya mahal, karena aku harus belajar keras.”

Tuntas pada usia 20

Seno mulai menulis di SMA, tahun 1974. ”Aku mewajibkan diriku menulis karena aku suka membaca,” lanjutnya. Ia hidup dari menulis, meski tak bercita-cita menjadi penulis. ”Aku hanya terobsesi menguasai tulisan,” katanya.

Dulu ia ingin jadi seniman ”biasa” yang bisa merasa bahagia dengan apa adanya. Ia merasa sudah mencapainya pada usia 17 tahun ketika mengikuti rombongan Teater Alam. Pada usia 19 tahun ia sudah bekerja di koran sehingga berani menikahi Ike. Pada usia 20 tahun, Timur Angin—fotografer, lulusan Institut Kesenian Jakarta, tempat ayahnya menyelesaikan S-1-nya di bidang film—lahir.

”Upacara dalam hidup sudah kutuntaskan pada usia 20 tahun. Aku tak punya target lagi setelah itu,” tambahnya. ”Semua kujalani dengan ringan.”

Ia terus membaca, menulis, melanjutkan kerja jurnalistiknya. ”Jadi tukang,” katanya.

Tukang?

”Ya,” sergahnya. ”Bukan robot. Untuk jadi tukang keterampilan saja tak cukup. Ada pergulatan intens. Tukang kayu harus kenal kayu secara personal. Petani harus kenal cuaca, tanah, air, benih, secara personal.”

Keangkuhan para intelektuallah yang membuat derajat tukang direndahkan. Padahal, menurut Seno, di dalam ”pertukangan”, ada perfection. Di dalam kesempurnaan ada penghayatan, ada pengetahuan yang mendukungnya.

Juga dalam menulis. Untuk tulisan ilmiah, misalnya, harus masuk ke proses seorang ilmuwan di mana subjektivitas sangat berperan. Itulah faktor personal. ”Aku meneliti Panji Tengkorak juga karena faktor itu. Panji Tengkorak lahir tahun 1968, aku lahir tahun 1958,” katanya.

Tradisi keilmuwan ada di dalam keluarganya. Ayahnya, Mohammad Seti-Adji Sastroamidjojo (alm), adalah PhD di bidang fisika, dikenal sebagai ahli energi alternatif dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ibunya, Poestika Kusuma Sujana (alm), adalah dokter spesialis penyakit dalam.

Jadi mungkin jeda sebelum ia memutuskan kembali ke bangku kuliah hanyalah ancang-ancang melanjutkan perjalanannya menuju horizon tak berbatas, seperti dalam impian masa kecilnya ketika membaca Karl May.

”Foucault menghasilkan karya-karya luar biasa setelah menulis disertasinya yang menjadi buku Madness of Civilization,” ujarnya, seperti meminta lawan bicaranya paham maksudnya.

Seno menerabas tantangan demi tantangan. Dan bertransformasi. Ia belajar mengepakkan sayap dari kegetiran dan keangkuhan kekuasaan. Sekarang ia sudah terbang. Jauh….

Sumber: Kompas, 19 Agustus 2005
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/19/Sosok/197999.htm

168 Tanggapan

  1. karya – karya mu seng 1999 kui endi aku pengen nyontek bos.,.,.,.?heee… gawe nggarap tugas.,.., tulung kasih alamat web nya ya bos.,.,.,.,.,.,.,.,.,.

  2. klo guru besar mampir sini, salam lagi om..
    dulu pernah diperkenalkan oleh timur =)

  3. Satu lagi blog yang sangat berharga dan penting bagi dunia sastra kita. Setelah Caping Goenawan Mohamad kini ada lagi kumpulan tulisan salah satu penulis hebat Indonesia yang dapat diakses lewat internet.
    Sebab kita masih tertinggal jauh dibanding dengan dunia luar dalam menghargai karya-karya penulis penting negeri sendiri.

  4. Saya tertarik membuat thesis tentang salah satu karya sastra seno (iblis tidak pernah mati). Adakah yang bisa membantu memberikan alamat email, rumah, atau nomor telpon Seno? terima kasih banyak.

  5. seno bukanlah seorang Penulis, dia hanyalah seorang gila yg berkutat dengan dunia otaknya. seno hanyalah seorang pembual yang menceritakan bualannya padaku.

    kalaulah boleh dunia tercipta kembali, lebih baik rasanya dunia ini tanpa hadirnya seno.

    seno telah merusak sebagian waktu, sebagian waktu yang aku miliki hancur karena sibuk membaca bualan-bualan dia.

    jika kalian belum pernah membaca karya-karya seno lebih baik jangan, karena karyanya hanyalah candu yang terus menggerogoti waktu kalian hingga terbuang dan tidak berguna.

    *negeri senja*

  6. gw juga kadang mikir gitu.

    seno cuma si tukang ‘ngomyeng’.

    lihat aja “catatan Joni Gila” di novel Kalatidha,

    itu kan cuma coret2an orang lagi stress, sama kalo kita corat

    coret sehabis masturbasi ..

    “sampah” kayak gitu kok di bukukan

    di Jual Pulak!

  7. Dulu saya pernah datang ke rumahnya pagi-pagi buta.

    Sekarang saya sudah jarang sekali bertemu.

    Pengen juga ngobrol-ngobrol lagi

  8. Numpang nimbrung nih Mas…
    Sial.. Seno lagi seno lagi… Bualan demi bualan lancar saja terlontar. Memandang segala sesuatunya dari sisi jelek sahaja.

    Orang pi-ar dipandang sebagai sebuah potret keramahtamahan busuk. Orang Jakarta tak ada sisi baiknya. Semua orang dipandang sebagai musuh besar, dalam hal mengejar sebuah berhala bernama sukses. Di dunia ini tak ada yang indah.

    Mungkin di negeri absurd ini tak ada lagi orang baik. Tapi, tetap ada penulis-penulis yang memanfaatkan itu, sebagai bahan untuk tulisan, sebagai pemikiran telanjang tanpa diberi pakaian, sebagai tulisan yang seringkali kaya imajinasi alias banyak kibulisasi.

    Tapi, dengan kesemuanya itulah, saya belajar dari Anda, Bung! Belajar tak bernurani dalam menulis, mengkritik siapapun yang disuka, mentaik kucingkan apa saja. Sebebas-bebasnya.

    Huahuahuahua.. Bahkan Anda terlihat seperti Nabi bagi sebagian besar orang. Tak tahukah Anda, bahwa banyak sekali pengikut yang memuja-muji tulisan Anda? Termasuk saya.. :D

    Sukses untuk tulisan selanjutnya.

  9. saya belum pernah kenal mas Seno… tapi saya cukup tahu tentang karya mas Seno. Mohon maaf nih mas.. saking tertariknya sama kumpulan cerita pendek mas.. cerita Dunia Gorda pernah jadi inspirasi buat cerita film pendek saya. Karena ceritanya filsafat banget. Tapi filmnya sampai sekarang belum sempat di produksi (judulnya “Dua Dunia”), karena belum ada budget… maklum Mahasiswa kere materi, tp bukan kere karya…ha ha ha…

    Pengen bisa kenal sama mas Seno. Muskipun udh pernah ngobol sama Timur Angin…

    Salam,
    Dhitama Ahmad

  10. saya sih baru sekali ini buka blog-nya Mas Seno, tapi udah lama baca tulisannya, sejak SMP.

    dulu saya bingung.

    bahasanya “tingkat tinggi” sekali (buat ukuran anak SMP dan belum ngerti sastra, masih dicekoki kurikulum CBSA sisa orde baru).

    tambah lama semakin menggugah dan jadi candu.

    nanti saya sering-sering deh kesini, demi baca cerpennya mas Seno.

  11. @Dhitama Ahmad : bikin film? wah.. menarik sekali! beberapa hari kemarin ada informasi dari teman-teman di Komunikasi USU, mereka sudah menyelesaikan film independen yang diangkat dari “Sebuah Pertanyaan Untuk Cinta”
    @Orzken_gouf : maturnuwun terimakasih sudah disempatkan menengok blog. :D
    oh ya!! berbagai informasi terbaru mengenai Seno Gumira Ajidarma bisa diikuti dengan gabung di mailing-list
    salam,
    tukangnya sukab

  12. mumpung ketemu blog sga mau curhat ni..
    makasih ya mas setelah aku baca buku kumpl cerpen jazz, parfum dan insiden,aku jadi pintar milih parfum…hehehe tapi selain itu aku suka gaya tulisan mas yang cair, ngalir tapi berbobot itu, dan aku terkesan dengan cerpen “sepotong senja untuk alina” tapi sayang beberapa tahun yang lalu di pekanbaru muncul karya yang mirip banget dengan cerpen itu hanya saja judulnya “sepotong pelangi untuk amalia” alur, bahasa dan lain2 mirip plek hanya senja diganti pelangi dan alina diganti amalia. dan malangnya cerpen itu menang lomba sastra yang bergensi (karena hadiahnya gede bo..)di riau dan sudah dibukukan pula!. walah… piye iki?!

  13. wah, bagus juga tuh.. kreatip

    aku juga mau bikin cerpen ah,

    SEPOTONG…mm MELON untuk ..JULEHA

  14. boleh ngga minta nomor ponsel atau nomor telp. rumah dari mas seno gumiro?aku butuh banget k..terima kasih

  15. @rara: walah.. gitu to. ya bagus lah kalau itu menang lomba sastra. :D

    @endul: kenapa hanya sepotong? ndak puas laah

    @nana: waduh ~_~

    salam,
    tukangnya sukab

  16. Om Seno.. boleh ndak kapan2 aku maen2 ke IKJ bwat wawancara? boleh tau ga, kemana aku bisa menghubungimu?

    Soale aku mo ngajuin proposal skripsi sastra tentang ‘novel grafis’ mu, judulnya: “Jakarta 2039: Kerusuhan Mei 1998 versi Seno Gumira Ajidarma dalam Sebuah Novel Grafis (Pendekatan Ekspresivisme)”.

    nah, karena aku belom tau pendapatmu (hehe.. sok kenal), makanya, proposalku itu belum maju2 ke dosenku. padahal aku dah pengen banget nelitinya. dah wancinipun lulus. hihi.. mohon bantuannya yah, om…
    makasih banyak yah…
    nuwun,

    amee.witty

  17. ada yg bisa bantu aq analisis cerpen om seno g??yg “telepon dari Aceh”…agak bingung siy nyari tokoh utamanya…kira2 sapa ya si koruptor orde baru yg punya anak enam wktu itu??suharto kah??tp dia kan kakap, tokoh ni g kakap tuh…tell me plizzz…or emailna om seno ja…penasaran nich!!!

  18. gw nimbrung juga ah..

    Om seno…
    lagi tertarik nih buat nganalisis tulisannya. gaya berceritanya keren bgt. awalnya sih cuma liat orangnya di sampul buku doang.. bener2 liat dengan jelas saat dia datang ke kampus tercintaku Fakultas Sastra UNair… sama Rudi gunawan, inget g om???waktu itu pulsanya om abis trus minta tolong beliin pulsa gt ma panitia..nah AKu tuh yang beliin inget??? haha….

    bantuin gw analisis novelnya yang “Kalatidha” dong

  19. om senno,
    aku kangen nih ma kritik-kritik sosial..
    aku merindukan nih,cerpen yang kritik sosialnya up to date dengan jaman penuh dengan kekacauan seperti sekarang.
    aku tunggu sesuatu yang beda dari senno gumira ajidarma.

    salam dari djogja

  20. Sepotong Senja untuk Pacarku, top banget.
    tapi Biola Tak Berdawai, jempol ke bawah. Tidak kena banget ke hati. Resensinya sudah saya kirim pembaca.sga@gmail.com.

    Seno tetap manusia juga, bukan malaikat serba bisa.

  21. Salam kenal buat semuanya. Semoga nanti saya ada kesempatan bertemu seorang maestro bernama Seno AG

  22. Ada yang tahu alamatnya Mas Seno di Jakarta? Please …

  23. surprise… senang bisa mampir di blog ini. serasa berjumpa idola. salam takzim untuk anda. saya pernah menulis posting mengenai senja, dan salah satunya mengutip “negeri senja” sampeyan yang melegenda itu>>> http://windede.com/2005/11/08/berjumpa-negeri-senja-di-senggigi/

  24. aku suka karya2 mas seno…

    novel kalatidha-nya aku juga udah punya…

    aku minta ijin masukkan blog mas seno di blogroll aku…

    thx

  25. minta ijin ngelink yaaaaa mas. Suwun..

  26. Boleh usul nih Mas Tukangnya Sukab? Karena banyaknya yang minta wawancara dengan Mas Tukangnya Sukab. bagaimana kalau ada event khusus untuk wawancara yang terbuka untuk semua orang yang pingin meneliti karya-karya Mas Tukangnya Sukab ini …Pripun???

  27. Ya, saya dukung uusl untuk ngadain jumpa seno gumira. untuk sekadar ngobrol ringan, wawancara ringan gitu tentang karya-karya yang aku sukai setengah mati itu. aku juga kan pengen lihat muka seno secara langsung. kayak apa sih tukang ngibul itu. gue juga gak keberatan mencium dia punya punya cambang

  28. “..gue juga gak keberatan mencium dia punya punya cambang..”

    Hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii….
    Hoek… Chuih!!

  29. Andai bisa ketemu Mas Seno :D Karya2nya tak cuma membuat saya merasa, lebih lagi membekas. Tsk.

  30. Salam….

    Mas Seno ada jadwal tidak ke makassar?

    Kira-kira kapan Mas Ke makassar?

    Bagaimana caranya mengajak mas ke makasar?

    Klo mas sudah di Makassar, nanti saya sediakan Senja dan Kopi toraja ha ha ha…

    Makasih, Salam kenal…

  31. Seno.
    Sukab!

    Kenapa aku mesti membaca apa yg kau tulis. puih – candu jadinya!!
    kalau lagi sakau, kubaca lagi apa yang pernah kubaca.
    tak pernah bosannya, kubaca lagi.

    Kenapa?

  32. hoooo???

    *baru tau ada blog ini…*

  33. Mas,aku sekarang lg puyeng neh bikin skripsi coz aku pgn ngbahas tentang eksistensi Mas Seno dalam dunia kepengarangan(khususnya ideologi Mas Seno) dalam mencipta suatu karya fiksi/nonfiksi…aku dah baca&punya semua buku kumcer Mas Seno dari Manusia Kamar ampe Linguae, aku juga dah baca komiknya, novelnya juga lgkap cuma buku nonfiksi yang belum lengkap,,aku kuliah di fak.sastra jur, sasindo. Bandung (Jatinangor)

    aku paling suka kumcer saksi mata, cuma susah dapet yang asli jadi sementara pinjem trus ngopi tapi kalo ada yang asli boleh tuh pesen atu,.oia… karena skripsiku tentang sosiologi kepengaranan Mas Seno(aku nganalisis 5 kumcer sbg sampel data) jadi aku pake metode sosiologi sastra,gmn cocok g Mas??? nuhun,, bls y….

  34. hehehe…gue baru tau ada blog ini….dan setelah lia jadi merasa orang paling beruntung…semester kemaren gue ambil kuliahnya tukang ngibul yang biasa dipanggil ‘mas seno’ itu cuma untuk ngeliatin gaya bicaranya yang ternyata standar dan dengerin ocehannya doang…
    mana ngasih tugas mulu lagi…tapi gue kerjain juga abis katanya ‘hidup itu tugas’. gila kan. oh iya, buku negeri senja gue ada tanda tangan dia dong…..

    tapi karna masih kurang puas…akhirnya gue putusin untuk gak ngerjain tugas akhirnya…biar semester depan bisa ketemu lagi sama orang yang bikin beberapa temen cewe gue ‘becek’ kalo liat dia…

    sampe ketemu semester depan mas seno…

  35. mau candu mau apalah…
    karya njenengan okew boss!!

    minta izin nge-link ya?

    matun suwur!

  36. nuwun sewu pangersa….
    blog sampean mao ta’ link ke blog saya. semoga tidak keberatan.
    kalo tidak salah, sampean kan ngambil kuliah bidang filsafat, dan belakangan mulai rajin nulis filsafat (?). tapi saya tidak menemukan tulisan sampean di blog ini yang berbau filsafat.

    hatur nuhun

  37. Membaca karya mas Seno kita dibawa ke dunia lain dan membuat daya imajinasi melayang-layang. sebenarnya itulah kebesaran para sastrawan dapat membawa pemabacanya kedunia yang ia kehendaki. Selamat berkarya mas, semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan hidayahNya dalam berkarya. amiiiin.

  38. Pak Sukab,

    Senang sekali hari ini saya menemukan dirimu dalam bentuk blog begini. Sewaktu masih di Yogya, saya pelanggan cerpenmu. Sudah dua tahun terakhir tidak melihatmu, sekarang saya temukan dalam bentuk blog. Gembira rasanya…

  39. Saya idem dengan Bung Anwar. Memang sastra bisa membuat kita melayang-layang seperti extacy.

  40. ki to pak Togog
    hahaha

    penulis harus bertanggung jawab dangan tulisannya
    pembaca harus bertangung jawab dengan apa yang dibacanya.
    dan pengedar zat2 adiktif harus bertanggung jawab ats barang yang di jualnya.

    akhir kata senno harus bertanggungv jawab hingga aku sakaw..
    cepat berikan…aku cerpen baru..

    salam buwat om be dhe

  41. Saya tuh nunggu kapan ya mas Seno ini nerbitin buku puisinya lagi. Dulu pake nama Mira Sato toh, lalu foto di bukunya tampak belakang, gondrong lagi, jadi tak kira waktu itu Mira Sato itu gadis from Boston hehehe …

  42. aku pernah terbitin kumpulan tulisan mas seno.dengan judul:AFFAIR,obrolan tentang jakarta.ada yang berminat?thanks

  43. Kumpulan cerpen “Iblis Tidak Pernah Mati” karya SGA–saya analisis kekerasannya–akhirnya kuliah terselesaikan juga…, efek katarsis karya2 SGA sangat banyak sekali dan luas. Hebat. Trims..

  44. WoW!

    Saya nggak sengaja menemukan blog ini.
    Sebagai penggemar Mas Seno dan Prof. Seno,
    senang sekali rasanya bisa baca blog ini. Salam!

  45. Blog ini membuat saya ingin bernapas lebih lama…

  46. terimakasih buat sebuah negeri yang selalu bermandikan cahaya keemasan dan manusia-manusia nya yang berjalan dalam siluet.
    memberi inspirasi pada semua “karya” saya…

  47. huwaa.. SGA… salah satu penulis favoritkuuuu… senangnya bisa menemukan blog ini.. ^_~…

    # Q

  48. Aku kenal karya mas seno sejak duduk di bangku SMP truz kecanduan…dech!…candu!…candu!…
    sebagian Senjanya Mas Seno jd inspirasi idup aku loh…
    Makaci ya mas…
    boleh minta no telpon ndak??pgn ngobrol2 langsung neh.. :-)

  49. teman-teman ..
    ada yang taw nga buku nya mas senno yang negri senja tu bisa dibeli di mana?
    saya juga ingin tahu alamat nya mas senno di yogya?

  50. halo mas seno,
    bagus2 ya ceritanya. asik. bisalah untuk anak2 seumuranku.
    ngebaca riwayat hidupnya kita mirip2 tuh. hahah.
    semoga nanti aku bisa jumpa mas sebagai dosenku di Fak. Film & TV IKJ.

  51. Pak minta ijin add link.
    Terima kasih.

  52. siapa yang punya nama itu. hebat betul lagaknya. andai namamu IIN, pasti orang tidak akan sibuk menyebut-nyebut SENO. tapi itu karena kau kan? apa pemberontak akan selalu terobsesi oleh bebas? ada yang bilang aku terpenjara oleh bebasku. karena aku memilih sepertimu. boleh aku memakimu, karena aku tak ingin orang tau bahwa aku memujimu…… tak usah jawab. aku telah memakimu sejuta kali sebelum pujianku habis dimakan waktu-waktu malu. trims, mas….

  53. Manusia kamar…ah speechless mas saya.

  54. Mas Seno saya mengundang Saudara mengunjungi web site saya di http://meontology.blogdrive.com/ barangkali kita dapat saling berdiskusi tentang hal2 yang terjadi disekeliling kita

    Hormat saya
    Dr. Boas Boangmanalu MA
    (Pengajar di Dept Filsafat UI)

  55. senja, hujan, cinta…….kalut, kalut,…….mau dijauhi tapi gak kuasa. mau mendekati juga gak kuasa. kalut……….cuma bisa diem and diem-diem berharap ketemu……

  56. Hidup memang selalu mengalir spt karya2 beliau yang mengalir apa adanya…… anyway: “HIDUP WONGASU”i

  57. Aku pernah ketemu org yang lamanya Sukab… asli Sukab..!
    waktu itu aku lagi naik krl dan ada seorang tukang buah yang tau2 duduk di sampingku….. namanya Sukab!!(aku dengar temann2nya panggil dia) seperti juga SGA yang muncul didepanku begitu saja di TIM…..
    tapi yang namanya Wongasu aku bloom pernah liat

  58. Kalo ada badak kencana, buldozer kencana, becak kencana… dan kencana2 sing akeh banget kuwi….
    Ada enggak yaaa……”CAMBANG KENCANA”??????

  59. Mas seno,

    saya rada keki nih dengan Anda. Semua ide dan gagasan yang pernah nyanthel di kepala saya, telah Anda dahului. Novel “Dongeng Wisanggeni” yang belum terbit-terbit juga sudah lama Anda dahului dan sukses. Novel saya “Senandung Kalatidha” yang belum kelar-kelar juga, juga sudah Anda dahului.

    Bahkan, dalam 2 tahun ini saya juga telah mengkonsep ide OPERA KALATIDHA. Dimana saya akan meminjam energi Maz Inung (wartawan kita) yang telah menjalani 13 bulan penjara di Solo karena kasus uang palsu, dengan suara tenornya dengan menduetkan bersama Bon Jovi yang memiliki kharisma human rock yang magic.

    Jikasaja nanti saya paksa terbit dan ‘geber’ ide-ide tersebut dengan judul seperti yang saya pikir, ini bukan berarti saya plagiat kan, Mas? Soalnya memang alur-alur Ranggawarsito, Nartasabdo, sampai ke Rendra (para kreator Jawa) itu saya ikuti terus untuk saya telusuri faktualnya sampai ke dimensi yang aktual di zaman sekarang.

    Matur Nuwun.

  60. Kapan ke Pontianak, Mas? Di sini banyak pengagummu.

  61. Aku ga tertarik ma sukab !!!

    Aku juga ga napsu ma sukab !!!

    S U K A B itu palsu !!!

    Tapi aku tak berdaya dengan “Togog” sang bopo kurawa

    kenapa milih Togog mas????? bukan Semar ataw Batara Guru????
    Please………………………………………..

  62. karena gap-tek, jd baru skrang nemu blog ini. salam kenal bw smua. itupun gara-gara ada link- ke nama SGA, dari sebuah nama yg td lupa, siapa dia, tp pas aku nyari tentang Munir, si tokoh HAM.

    coba-coba baca komen-nya, ternyata, jawaban si tukangnya sukab, agak kurang rajin. mungkin sibuk banget ya? salam kenal jg buat mas sukab. o ya, salam juga buat Timur Angin.

    mas tukangnya sukab, karena gak negrti mesti ngapain di menjelang lebaran gini, aku kepkasa baca mahesa jenar lagi, eh, ada satu snapshot yg unik: istri penjawi yg “ling-lung” ditinggal pergi penjawi yg bergerilya dan barusan kehilangan bayi yang ada di kandungannya. so istri penjawi datang di keramaian banyubiru yg lagi nanggap tayub.

    snapshot itu jadi seperti interteks dengan: lagu pada sebuah pantai, dan satu cerita lagi ttg; seorang perempuan yg menunggu di sebuah stasiun.

    entah kebetulan atau tidak tapi snapshot itu jadi mengkayakan atas sosok tokoh, dan bisa dicuri tekniknya dalam mencari gagasan cerita. apa yg hanya selintas disebuah teks ternyata bisa menjadi fokus di teks yang baru. (ini bukan berarti saya menengari interteks itu bukan sebuah kebetulan lho, mas tukangnya sukab.)

    heheee…..
    klo ke jogja, dan nongkrong di warung rokok lintingan dekat selokan mataram (santren, kompleks tarakanita, mbok si pemilik warungnya di suruh berkabar, biar saya dan temen2 bisa nimbrung, dijamin akan saya bawakan tukang fengshui bernama kris budiman) hehhee…. (sok akrab ya?

  63. Kang Sukab….,ini saya,Asep….tukang laserdisc yang dulu nongkrongnya di jalan guntur,manggarai,Jak-sel… sekarang saya udah hijrah ke USA… saya tinggal di Park City,Utah. Salam kangen. kapan-kapan kita nongkrong lagi di TIM….

  64. Saya tergilagila sama karyanya Mas Seno.. Huhuhu.. Sampesampe pernah ada masanya saya selalu bawabawa ‘Sepotong Senja Untuk Pacarku’ di dalam tas, supaya kalau gak sengaja ketemu, bisa minta tanda tangan!

    Mas, kenapa Sajak-sajak Mira Sato enggak pernah dicetak ulang sih? Atau yang puisipuisi lainnya? Saya pernah cari di Bengkel Buku tapi enggak ada juga… Ayo dooong, dijamin banyak yang berminat…

    Terima kasih yah, sudah banyak jadi inspirasi saya. :) Take care!

  65. Ralat : maksud saya, Catatan Mira Sato ya? Hehehe.. permisi…

  66. kangen sama puisi-puisinya Mira Sato.

  67. whaaaaaa, senang sekali menemukan blognya sampeyan :D
    saya suka berpuisi, namun pusinya jelek hehe

  68. salam kenal, om..
    :lol:

  69. nemuin blog ini kayak nemuin harta karun(hehee).tetap eksis terus yah mas sukab.
    saya adalah manusia yg kesasar di salahsatu jurusan di universitas negeri, tapi itu takkan pernah saya sesalin karena untuk tetap eksis manusia harus terus berpikir dan bekerja. IKJ adalah tempat yg saya cita2kan tapi berhubung faktor2 yg nampaknya menghambat saya menemui dan harus memilih jalan lain dan berharap di ujung jala itu ada titik yg mempertemukan saya dengan dunia buku, tulisan, sastra, dan seni.

  70. wah, udah lama aku cari-cari nih …
    akhirnya ketemu ruang kang sukab …

    salam dari djogja

  71. senja, malam, sepi pagi apalagi siang yang begitu mencolok untuk diikuti. senja, malam, tanpa pagi dan siang sangat menggairahkan untuk disetubuhi. bravo kang seno.

  72. senang bisa nemuin blog ini, melengkapi setumpuk buku seno di rak lemari…

  73. Nyasar ke blog ini, ternyata nyasar yang asyik….Beberapa buku Seno pernah aku baca, kebiasaanku baca buku sebelum tidur jadi kelewatan sampe pagi :)

  74. Mas, salam kenal sebelumnya.
    Saya lagi menulis novel berdasar skenario sebuah FTV karya “si Anu’. Mas, perlukah saya mencantumkan “base on script si Anu” dalam cover novel saya? Saya sendiri membaca di novelnya Mas, Seno Gumira Ajidarma & Sekar Ayu Asmara.
    Saya bimbang dan rancu. Mas Akmal Nasery Basral tak mencantumkan sama sekali nama Musfar Yassin si penulis skenario dalam novelnya, Nagabonar Jadi 2, kecuali hanya menyebut sambil lalu. Apakah karena Musfar Yassin menulis berdasar karakter yang dicipta orang lain, dalam hal ini Asrul Sani? Kalau begitu tak berhakkah Musfar Yassin untuk disebut/dicantumkan dengan lebih dari sekedar sambil lalu?
    Mohon pencerahannya, Mas.
    Thx.

  75. Pak Seno,
    wajar sekali byk org mengagumi kemampuanmu menulis. karena kamu memang bisa!!!

  76. Cihuii…asyik!!! Baru tau ada blog kek gini…

  77. bapak SENO!!!!!!
    help me…. gw jadi nganalisis Kalatidha neh.buat skripsi..
    need bantuan!!
    prennnnd yang udah pada baca kasih komen yah..
    kirim ke imel aku, 100 pengirim pertama dapat hadiah hehe….

  78. Seno Gumira Ajidarma = Pujaan hati

  79. waw… akhir nya saya menemukan anda di sini..
    saya mengidola kan anda, tapi saya terlalu egois untuk mengatkan anda sebagai idola saya, karena ketakutan saya kalau-kalau anda memperkosa pikiran saya..,

    tapi idola tetap lah “idola”,
    ego juga tetap “ego”,
    jadi bagaimana saya men-sosok-kan anda,
    harus kah anda saya sosok-kan??

  80. horas sastrawan, bolehkah kita berkawan?

  81. Boss Seno, pripun sehat??

    Mo nanya neh, lha kok Sukab…..??

    mas, aku lebih pengen tau kenapa selalu Togog? pilihan kan banyak Betoro Guru lah, Bopo Semar lah, DLL lah….

    Plisss….

  82. web yang bagus sekalee, lengkapnya!
    tambahin boleh yah data SGA:
    dari 2004 sampai sekarang pengajar di S2 Cultural Studies, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, gue muridnya!
    trusss:karya terbaru foto esei > sembilan wali dan Syeh Siti Djenar. Gak percaya tanya aja!

  83. uuups kelupaan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, alamamater SGA!

  84. Akhirnya, bisa nemuin SGA juga..
    salam kenal…
    Setelah lama ngutak-ngutik “Negeri Senja” selama hampir 2 taun, skripsiku masih belom selese..hehe :p

    Roman ini adalah sebuah fiksi imajinatif yang luar biasa bagi aku. Sebagai peneliti aja sampe bingung, hal apa yang bisa aku jadiin topik bahasan. Karena di dalamnya banyak banget hal yang bisa diungkap.

    Waduh, pengen banget bisa dapet emailnya mas Seno. Aku pengen tanya-tanya banyak.. gimana ya caranya?

  85. asli baru tau kalo SGA punya blog sendiri,
    berawal dari ‘penembak misterius’ sekarang malah tergila2 sama semua karya2 SGA,
    baru pindah jauh dari orang tua, negeri senja jadi obat yang pas…. tamat buat yang ke 4 kalinya…..
    target tahun ini mencekoki suamiku dengan buku2 SGA yang kupunya, yang ringan saja dulu… semoga aja bisa…

  86. Pecinta senja, diriku mampir.. sejenak baca-baca

    salam,
    Pecinta fajar

  87. aLo daeng seno,
    keren bgt ne,,pgn join Aj.drpd senja kykx Lbih keren kAmar dwUeh..daeng yg MANUSIA KAMARx kUeren bUanget daeng..sy ud nuLis bxk cerpan yg teriNspirasi ma karyax 0m guMira.hehe tp g sma cuZ mAng g ad samax daeng hehe…
    daeng g tau ni cara yg citu bwt nuLis cerpan yang bgs,gMn y daeng?

  88. SMA yang tidak pakai seragam dan boleh gondrong di Jogja?

    apakah SMU kolese de britto?

  89. jezebel,

    dasyat !!!!

    saya juga coba nulis, tapi mentok dan ujung2nya kerasa maksa karena mau sok puitis, jadinya murahan

    hahahha

    harus belajar lebih banyak lagi

    “aku seperti waktu, yang cuma pergi dan tak pernah kembali”

  90. ssssssssssssssssshhhhhhhhhhtttttttttttttttttttttttt

    (satu jari di tengah hidung)

    sssshhhttttttt

    tapi waktu itu mulut saya tersumbat, garagara mau muntah.. maka udara yang keluar berganti pula lewat hidung..

    hhhnggeetttthngggeeetttt
    hngeettttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt

    Saya juga tukang, cuma belum mahir kayak seno

    tapi dia juga bisa kentut khann

    ppppuuuupuputtttttttttttt

    kalo begitu dia bukan dewa apalagi nabi, kecuali kita membuatnya begitu… hehe

    dia punya jari khan..tapi bukan seperti dede si manusia akar itu yaaa..

    berarti dia ngutil ketika hidungnya banyak kotorann

    tetapi hidupnya bersihhh, mana ada kotoran waktu dia lahir di Boston Amerika sana… bapaknya saja profesor ilmu pengetahuan alam…

    biar sajalah… tukang tetap tukang

    yang penting tidak mencuri

    dan masih bisa ngutil jugatutup hidung stengah berbisik
    ssshhttt
    # ‘jangan bilangbilang aku penyuka senja, ini jaman apa yaaa..katanya lebih jahat dari jaman orba.. tulisan seno masih diterbitin ngak’

    - Iya masih…, cuma modelnya makin Vulgar tidak seperti ‘Jazz Parfum dan Insiden’ itu.. yang aneh bahasanya dan banyak tidak dimengerti
    # lho itu khan samarannya aja, supaya sampai ke pembaca dan tidak dibredel, Kalo makin vulgar berarti ini jaman apa yaa

    - Belum ada namanya mass, kata orang transformasi giru dechh… tapi mikirinnya juga capeee decchh

    saya juga tukang yang belum betulbetul jadi tukang seperti tukang kayu

  91. terima kasih untuk blog yang indah ini.
    saya pernah dilarang membaca karya-karya mas seno.
    entah karena apa. tapi karena sudah terlanjur cinta, mau apa lagi…?
    toh, karya-karya mas seno memang lebih memabukkan dari sekedar candu ataupun cinta. dalam suasana yang mabuk itu, saya bisa lebih berpikir jernih…
    tetap semangat dalam berkarya mas seno….

  92. Kata orang dia aneh. Masa sih? :D

  93. salam kenal

    senang ketemu dengan (blog) sastrawan hebat seperti Anda

    semoga kita bisa saling berbagi!

  94. mas seno, si nadia tuh… minta diajarin jadi sastrawan…

  95. hallo, salam kenal ya om.
    buku om sukab yang pertama aku beli itu buku Jazz, Parfum dan insiden.. aku suka bgt sama buku itu sampe2 ga pernah mau aku pinjemin ke orang lain bahkan ke cewek sendiri, kalo mau baca langsung aja n ga usah dibawa. hm :) ..

    ada 6 yang udah aku baca dan buku terakhir yang aku beli itu judulnya (lupa dikit=sorry, belum habis dibaca)…. homo jakartanes… (sorry ya om, aku lupa), hebat bgt tulisan om, aku sampe ketawa aja bacanya. tp kenapa jazz di buku itu (chapter berapa ya??) seakan-akan menjadi alat untuk mendiskriminasikan sedang di buku jazz, parfum dan insiden, jazz menjadi cara mereka untuk bekerja dan mungkin untuk mengadaptasikan diri dengan dunia mereka. apa kita orang Indonesia ga di izinkan menikmati jazz? atau mungkin dasar jakartanes aja yang lupa diri?

    thanks ya om. aku suka semua tulisan om, tp kadang mahal jg buat kita2 yang masi mahasiswa.

    RG.

  96. OBROLAN TENTANG JAKARTA

    itu dia judulnya..

  97. Hoeee..
    Mana cerpen barunya
    Cepetan….

  98. www anekdot film

    oh, good times. I dont hear people talking about leveling Fallujah much anymore.

  99. [...] beliau, menunggu adalah bagian dari pertemuan itu sendiri. Jadi hari hari ini saya memilih untuk menunggu [...]

  100. sukab adalah bung seno dan bung seno adalah sukab. seno gumira ajidarma, mencatat dengan hati.

  101. mas seno..
    kalau boleh aku minta data tentang sejarah jazz.
    atau mas kemana aku bisa hubungi?
    emailnya kalau bisa
    susah sekali mencari datanya,mas
    aku tinggal di kota kecil yang licik. namannya :P adang.
    aku telah koling juga teman di jogja, tapi datanya tak memuaskan.

    makasih mas,
    moga hari-harinya terus seperti senja
    dan sukab
    yeeee.
    faiz…

  102. Halo mas Seno,
    aku kagum sama karya mu..
    mas sekarang dosen di IKJ ngajar apa?

  103. Hallo Mas Seno..
    Saya mahasiswi sastra indonesia unpad, td saya ikut hadir dlm diskusi buku “linguae” di kampus.

    Saya baru sekali tadi bertemu Mas Seno. Saya menyukai karya2 Mas Seno. Tapi begitu melihat langsung Mas Seno, saya jadi lebih menyukai orangnya daripada karya2nya, heeeeeee….

    InsyaAlloh kalo jadi saya mau pake Kalatidha untuk bahan skripsi saya sekarang. Mohon bantuannya ya, Mas…

    Teriamakasih…

  104. dari kuliah semester 1 gara2 “temenan” sama anak filsafat yang punya buku mas seno….(
    sampai sekarang masih mengkonsumsi buku2 nya mas seno….hehehhe…weleh2 mas seno…mas seno…….

  105. akhirnya aku bisa punya kesempatan buat liat senja emasnya mas seno…karena untuk pertama kalinya punya kerjaan setelah selese kuliah.
    Walo selama 3 minggu ini belum liat…mudah2n satu saat nanti bisa nikmatin…..longing for it…

    but up untill now…aku masih belum pernah denger charlie parker…

    u r my inspiration to cherish every single life n every beauty in life :)

  106. Bonjour OM

    Waahhh gue baru tahuu neeh BlOgnyaa…
    gue penikmat karya karyanya di media…
    cukup menegangkan buat dibaca….
    lanjutkan OM kebebasan dan perjuangannya buat kemaslahatan bangsa…

    Salam
    DuKuN JB’lOg

  107. salam kenal,mas. wah senang ketemu kk satu almamater walau hanya beda jurusan..
    salamku,
    langitjiwa..

  108. hmm… senang sekali bisa menemukan blog nya om seno disini…
    saya nge fans dengan karya2 nya om seno..
    ngefans…………. bgt………….

  109. salam..

    saya hampir tidak ada komen.. :)

  110. Mas Seno…
    Saya pengagum karya-karya mas…
    Sampai-sampai saya kalau buat cerpen…terpengaruh gaya Mas Seno (kata kawan2 saya…)
    Tapi saya masih belum ada apa-apa dibanding mas…
    Saya masih terus belajar dan belajar
    Bisakah mas memberikan saya tips/saran
    Udah hampir 3 tahun ini saya vakum menulis cerpen…padahal saya punya banyak ide, plot (walau hanya dlm kepala), tapi saat saya depan komputer, semua hilang..saya gak semangat lagi nulis
    Padahal dulu, kalau saya nulis cerpen, seperti orang bercinta…saya bisa merasakan “orgasme” nya dalam menulis cerpen…
    Semua rangkaian kata begitu mudah mengalir bagaikan air…jari-jemari saya menari-nari menekan tuts keyboard…
    Sampai-sampai saya tertawa sendiri, menangis sendiri, geram sendiri…
    Saya sedih tak bisa nulis lagi…rasanya seperti orang sakratul maut (benar nggak ya…)…mohon bantuan Mas Seno….
    “Sepotong senja itu masih kusimpan di saku kemeja lusuh yang kini tergantung di belakang pintu kamar…”

  111. Walah Mas Seno ini kok bisa ya berkhayal macem2,
    Atau mungkin hanya pengalaman pribadi saja yg d lebih2kan…?????

    tapi buat santai enak juga baca cerpen2nya…

  112. salam mas seno
    kenalkan nama saya beni. kuliah di FISIP UNDIP Semarang
    angkatan 07. saya tertarik belajar prod film pendek.
    mau tanya :
    1. minta tolong bagi pengetahuannya soal apresiasi film
    apa langkah langkahnya dan bagaimana mulainya serta tulisan mas seno tentang apresiasi film yang tidak melulu membahas teknis.
    2. saya juga bergabung di Unit Seni Jawa, dan tertarik buat mementaskan salah satu cerpen mas seno di kumpulan “Dunia Sukab”. Ijinnya gimana mas….
    thx mas seno

  113. om sukab…boleh request nih? Saya memerlukan biography SGA lengkap, termasuk kapan beliau lulus S1, S2, dan S3. Saya juga dengar SGA pernah hampir mati tenggelam sewaktu kecil, dll. Boleh ya. Thanks

  114. terpujilah blog ini :-)

  115. saya suka
    ” kita harus membunuh iblis, meskipun iblis tak pernah mati “

  116. Haduh, aku salah masuk ke sini

  117. situ enak, membangkang krn cm pgn ngrasain pa tu dunia, lha kl orang susah? membangkang y krn emg takdir.

    Ah, dasar seniman..

    Modalnya gede!!!!!1

  118. salam kenal dari penikmat sukab!

  119. Salut buat Mas Seno. Cerpen-cerpennya inspiratif. Bikin saya tak bosan-bosan membaca karya-karyanya. Terus produktif, Mas. Jangan biarkan kreatifitasmu dilindas kereta api yang melaju ke negeri senja.

  120. Hallo mas Seno aku fans karyamu yang tinggal di luar negeri…. dimana aku bisa baca karya cerpen2 mas seno yang lama…. maksudku yg di internet.

  121. perkenalkan sukab, motor saya tercinta!!!

  122. Seno adalah penulis Indonesia ke-2 yg ku suka. Penulis pertama yang ku suka adalah diriku sendiri..

    salam.

  123. Ku rindu dirinya disaat mengajar dulu… memberikan lembaran kertas kosong lalu disuruhnya aku untuk menuliskan apa saja.. Dengan rambut panjang, dipenuhi uban. Dengan mengenakan kaos dan celana jeans. dia selalu menyita setiap jengkal tatapan ku…

  124. dear SGA fans,
    sy jg salah satu yg cinta banget baca cerpen2nya SGA, apalagi kalo dah ngomongin sukab:D totally critical and sarcastic (in funny way)…btw, milliser, ada yg tau info dimna bs dapetin buku2 langkanya SGA….jgn fotokopian yaa;)..ga enak hati bacanya juga:(, bs request ke penerbit trus dibendel (ky buku Harry Potter:D) trus boleh jg tuh ide buat cover cerpen SGA disablon kaos, sy mah malah pikir kenapa ga facenya SGA jg dijadiin sablon balck and white ..pastiiii..keren abizz tuh.. .salam:)

  125. Salut buat Mas Seno. aku suka banget sama tulisan-tulisan Mas Seno, terutama Affair: Potret tentang orang-orang jakarta. Sudut pandangnya merdeka. Melihat dari sisi yang berbeda dan orisinil. Akhirnya membuka mata kita untuk melihat sesuatu secara lebih tulus dan berani.

    Shalom

  126. [...] 6 Oktober 2007, tanpa sengaja saya membaca Gerobak di blog Seno Gumira Ajidarma (yang konon dibuat oleh fans-nya Seno). Setiap ingat Seno Gumira Ajidarma,  saya selalu [...]

  127. Salam Kenal Mas, … bagus blognya, selama ini cuma baca karyanya saja … ijin ngelink ya…

  128. oh ya, kalo ke Sulawesi Tengah kabari ya mas …

  129. Boleh nggak ya minta copy disertasinya mas Seno yang Tiga Panji Tengkorak itu?? Tks

  130. Akhirnya saya ketemu blognya Sukab…
    SGA? Ah, saya tak banyak kata, izin ngelink saja, boleh ya Mas, matur suwun.

  131. saya kagum atas caramu melihat sastra
    dan menerjemahkannya ke dalam serangkaian kata
    terus berkarya mas..
    karya-karyamu menginspirasiku
    membuatku ingin terus menulis
    dan berkarya dalam ruang imaji..

    -lucia nancy-

  132. sumpah…dari dulu cuma tau namanya aja, tapi baru ini liat fotonya….serius banget ya pasti orangnya….aku cuma mo kenalan saja…boleh kan???

  133. Sejak pertama kali megang bukunya Om Seno yang Judulnya ‘PETRUS’ saya sudah jatuh hati sama karya-karya yang di buat Om Seno…

    Banyak makna yang tersirat dari setiap kata..
    Selama ini saya cuma bisa kagum, tapi nggak pernah buka internet dan pastinya nggak pernah ketemu tempat ini..

    Dan akhirnya saya bisa lihat-lihat semua karya dai Om Seno…

    Om, kalo bikin karya lagi kasi tahu saya ya….hehehehe

  134. Dear Mas SGA and Friends,

    May we have…

    Enough happiness to keep us sweet,
    Enough trials to keep us strong,
    Enough sorrow to keep us human,
    Enough hope to keep us happy,
    Enough failure to keep us humble,
    Enough success to keep us eager,
    Enough friends to give us comfort,
    Enough wealth to meet our needs,
    Enough enthusiasm to look forward,
    Enough faith to banish depression,
    Enough determination,
    And the Most important things are
    a Lot of Forgiveness
    and a lot of Love
    to make each day
    always better than yesterday!

    MAAFin LahiR & BaThiN, Yaaa…

    May ALLAH SWT blesses us always
    Forever & ever, AMIN.

    ea LesiL & keluarga

  135. Ada juga ya SGA fans club, saya pikir komunitas macam begini hanya untuk selebritis…hehehehehehe…dunia terus berputar..mg terus juga berkarya!

    Salam

  136. Beberapa hari yang lalu, gak sengaja nemu komik yang saya bikin di awal tahun 2000-an terinspirasi sama cerpen Mas Seno. Saya pengen kasih lihat sama Mas Seno, sebelum kelupaan (lagi). Dari dulu sampe sekarang kok susah banget dapet alamat e-mail SGA. Ada yang bisa bantu? Makasih sebelumnya yak.

  137. salam kenal…………
    AKU BUKANLAH PENYAIR, AKU HANYALAH SESEORANG- YG SEDANG-MENCARI BENTUK, WUJUD ASLINYA SENDIRI

    http://www.duniasastra.com

    Dikeheningan malam aku telah berjalan , menyusuri lorong-lorong kotorku dan ruhku juga telah memasuki rumah-rumah kalian . Detak-detak jantung kalian juga berdegup didadaku , dan nafas-nafasmu menghembus pula di hidungku.

    Dan aku bukanlah seorang penyair aku hanya sekedar mengucapkan rangkaian kata tentang sesuatu yang sebenarnya kalian sendiri telah tahu didasar alam pikirmu.

    Diantara kalian ada yang menyebutku angkuh , hanya mementingkan kegemaranku menyepi dan mengatakan kepadaku : ” Ia berbicara dengan tetumbuhan dan para satwa ,bukan dengan kita manusia . Seorang diri ia duduk dipuncak-puncak perbukitan memandang rendah pada kota dan kehidupan”. Sebagian yang lain diantara kalian berbicara kepadaku meski tanpa kata-kata : ” Ia orang yang aneh , orang ganjil , pencinta keluhuran yang tak teraih, untuk apa bermukim dipuncak-puncak gunung tempat elang bersarang, dan mengapa pula mencari sesuatu yang wujudnya belum pasti ?”…”Angin apa yang hendak kau tangkap dalam jala-mu . Burung ajaib manakah yang ingin kau jaring dilangit biru ?!…Kemarilah engkau bersatu dengan kami , turunlah bersama kita akan berbagi roti , dan lepaskan hausmu dengan anggur-anggurku !”

    Memang aku telah mendaki “puncak-puncak perbukitan” dan sering pula aku mengembara dalam “kesunyian ” hutan.tapi aku juga akan tetap dapat mengamati kalian tanpa perlu “turun” dari puncak pegunungan.

    Kesunyian jiwa telah menyebabkan mereka melontarkan kata-kata itu, namun apabila kesunyian itu mendalam lagi, maka mereka akan dapat mengerti, bahwa apa yang aku cari adalah rahasia terdalam jiwa manusia ,dan yang aku buru adalah sukma agung manusia yg menjelajah kesegala penjuru semesta.

    Dan Kesunyian itulah yang menuntunku melangkah menuju “lorong penderitaan” sekaligus teman keagungan spiritual…..

    Aku orang yang percaya sekaligus peragu, betapa seringnya jariku menekan lukaku sendiri sekedar untuk menghayati nilai kebenaran . Dan keyakinanku berkata manusia itu tak terkurung dalam raga dan jasad yang merangkak mencari kehangatan matahari, bukan pula penggali terowongan untuk mencari perlindungan, melainkan ruh yang merdeka-jiwa yang meliputi cakrawala dunia . Jika kata-kataku memasuki samar, kalian tak perlu gusar karena asal mula segala sesuatu adalah samar , meskipun akan jelas pada akhirnya.

    Sebab apakah pengetahuan itu jika bukan bayangan dan pengetahuan yang terpendam bisu. Pikiran kalian dan jalinan kata-kataku, digetarkan oleh gelombang yang satu ,terekam dan terpatri diantara hari-hari dan masa silam yang telah berlalu , sejak bumi belum mengenal dirinya sendiri dan kegelapan belum terkurung oleh pekatnya malam .

    Pahamilah kata-kata orang bijak dan laksanakan dalam kehidupanmu sendiri . Hidupkanlah kata-kata itu , tetapi jangan pernah memamerkan perbuatan -pebuatan itu dengan menceritakannya, karena dia yang mengucapkan apa yang tidak dia pahami , tidak lebih baik dari seekor keledai yg mengangkat buku-buku.

    Jangan pernah menyesal karena kalian ‘buta’ dan jangan pernah merasa kecewa karena kalian ‘tuli’, sebab dipagi ini fajar pemahamanmu telah merekah untuk kalian didalam mencari rahasia kehidupan . Dan kalian akan mensyukuri segala gulita- sebagaimana kalian mensyukuri terang cahaya.

    Dan segala yang “tak berbentuk” selalu berusaha mencari “bentuknya”, seperti berjuta-juta bintang yang menjelma menjadi matahari…

    Dan kulihat…….Kehidupan itu bersifat dalam , tinggi dan jauh , hanya wawasan luas dan bebas yang dapat menyentuh kakinya , meski sebenarnya ia dekat !.

    Banyak sudah orang bijak yang telah mendatangi kalian untuk mengajarkan hikmat dan pengetahuan . Dan aku datang untuk mengambil hikmat itu dan lihatlah kutemukan sesuatu yang tak ternilai didasar hati, laksana air pancuran yang melegakan jiwa.

    Setiap kali aku datang ke air pancuran itu , dikala dahaga hendak membasahi kerongkongan , aku dapatkan air itu sendiri tengah kehausan -dia meminumku selagi aku meminumnya !

    Hartono Beny Hidayat Elaboration with KG

  138. gw suka karyanya semua

  139. gW mang baru pertama kali baca bukunya seno. Buku pertama yang gw baca,wisageni sang buronan.Dan sekarang gw kehilangan buku itu. Tapi gw punya dendam ma diri gw sendiri. nanti klo gw punya duit banyak gw mo memburu buku-bukunya seno dari yang pertama sampai buku yang terakhir. ketertarikan gw cukup jauh tuk banyak baca buku-bukunya seno. Dan semoga gw juga bisa bertemu ma orangnya. Thank’s

  140. saya penggemar mas seno. saya paling suka kumpulan cerpennya yang atas namamalam.sampai saya terinspirasi bikin cerpen.gara-gara membaca cerpen-cerpen mas seno. tapi belum ada yang di muat sih. salam kenal ya mas seno dari salah satu pembacamu.

  141. mas seno itu si gelo kalo kata sayah. kekuatan menulisnya seperti orang gila. menorobos imajinasiku hingga ke ruas jariku. kalo mas seno tetep gelo seperti ini, saya bakalan terus suka sama karya mas.
    kentut kosmopolitan mas seno bener-bener gelo kata saya mah! salut mas saluttttt!!!!
    intinya saya ingin gelo seperti mas seno yang total banget sama profesi mas. saya pengen gelo juga buat karya seperti mas seno. ampun mas. saya suka karya mas. tak berhenti saya berdecak kagum. serasa di lahirkan buat baca karya mas seno….
    ampuuuunnn mas.. karya mas itu bener-bener geloooo..

  142. aku tak tahu harus berkata apa. karena semua kata telah lenyap kau hisap.salam penuh cinta bagi semua penggemar tukangnya sukap yang mampir ke blog ini

  143. udah speechless duluan kalo berkata2 tentang SGA..
    mantap…

  144. –………………………………–

  145. Salam kenal kepada Pak Seno.
    Saya seorang penulis skenario sinetron dan ingin bergabung dengan Laya Kata bagaimana caranya?

    cell number
    0812 96 71836

  146. halo mas, namaku Vidi, Makassar….
    wahhh…senangnya lg blogwalking trus nyangkut disini…
    yg bikin aku tertarik karena aku suka banget baca cerpen, komik, novel online…gratis gituhhh…! :D
    selain itu aku kecilx dlu pengen jadi wartawan, tapi kuliahnya diteknik, dan akhirnya karena pengen banget, aku ikutan kursus broadcasting dan sempat magang disalah satu stasiun TV swasta (biro Makassar). Sayangx aku harus fokus dikuliah dlu..tp blog mas sangat menginspirasi…
    oiya…paling yahud alasan aku suka blog ini adalah…tanggal lahir kita sama..19 Juni..hihii…
    Salam kenal dari Vidi ya mas…
    makasih..

  147. I luv SGA so much!

  148. salam kenal pak,
    aku inda, punya buku bapak : kalatidha dan manusia kamar.
    kalatidha ; ini apa apaan sih ( geleng geleng)
    manusia kamar: semua cerpen saya ngerti, bagus lah, tapi cerpen yang juga judul bukunya, itu cerpen tentang apa sih ( geleng geleng).
    he he he, sebagai pembaca mungkin aku rada telmi (maap maap)
    trims.

  149. very impressed …

  150. apa kabar mas. siapa yang ngajar penulisan kreatif sekarang? baru kali ini saya sering online. nulis sinetron bikin saya kuper. makanya saya baru bikin blog juga. paling nggak setelah lihat sukab. mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com.

  151. bung,, di cirebon sudah jarang saya temui karya anda. mungki juga sudah ga ber edar.
    dimana saya bisa dapetinnya???

    kesuwun…

    email: ngopi_ngudud234@yahoo.com

  152. filosofi sontoloyo!

  153. saya tak tahu apa mas seno akan membaca tulisan ini,
    jangan jangan blog ini pun dibikin oleh selain mas seno sebab ia begitu sibuknya menelurkan kerja kreatif lainnya
    jangan jangan mas seno tidak bisa mengoperasikan blog sehingga ada orang lain yang sekadar menjadi juru operator dalam memosting tulisan tulisannya.

    tapi bukan itu yang hendak saya omongkan. saya hanya ingin berkata betapa saya sangat kagum pada seno gumira adjidarma. saya berdoa beliau tidak menjadi seperti goenawan mohamad yang entah bagaimana sudah agamanya.

    saya masih orang kampung yang tetap tidak setuju dengan islam liberal. di kampung saya masih tradisionil untuk mampu menangkap gagasan gagasan besar campur aduk antar agama. kata teungku, itu haram, masuk neraka.

    semoga mas seno jadi soleh. aamiin.

  154. Mas Seno, senada dgn yg dibilang Mas Fadli, saya berharap blog ini beneran dibikin Mas Seno, krn kalo gak, saya pasti kecewa berat (meskipun kekecewaan saya ga ada urusannya sama proses kreatif Mas Seno…)
    Saya mulai kenal karya Mas Seno mulai Sepotong Senja, waktu itu rasanya “waduh, cerpen apaan ini,koq bisa ya ada orang yg bikin kayak ginian” Dan saya baru bisa baca lagi tahun 2004 waktu nemu buku kumpulan cerpennya di Palu, Sulteng. Setelah bertahun2 berusaha ngumpulin koleksi lainnya (koleksi pertama Iblis Tak Pernah Mati). Sebuah perjalanan panjang untuk menemukan sebuah awal.
    Saya pernah baca suatu ulasan tentang serial X-Files yg disebut sebagai “Non Fiction Science Fiction”, saat denger ungkapan itu saya jadi tertarik ngasih jenis cerpen2nya Mas Seno (dengan bekal minim pelajaran seni waktu SMP tent “

  155. Mas Seno, senada dgn yg dibilang Mas Fadli, saya berharap blog ini beneran dibikin Mas Seno, krn kalo gak, saya pasti kecewa berat (meskipun kekecewaan saya ga ada urusannya sama proses kreatif Mas Seno…)
    Saya mulai kenal karya Mas Seno mulai cerpen Sepotong Senja, waktu itu rasanya “waduh, cerpen apaan ini,koq bisa ya ada orang yg bikin kayak ginian” Dan saya baru bisa baca lagi tahun 2004 waktu nemu buku kumpulan cerpennya di Palu, Sulteng. Setelah bertahun-tahun berusaha ngumpulin koleksi lainnya (koleksi pertama Iblis Tak Pernah Mati). Sebuah perjalanan panjang untuk menemukan sebuah awal.
    Saya pernah baca suatu ulasan tentang serial X-Files yg disebut sebagai “Non Fiction Science Fiction”, saat denger ungkapan itu saya jadi tertarik ngasih jenis cerpen2nya Mas Seno (dengan bekal minim pelajaran seni waktu SMP) “Realism Surrealisme Story” Coba kita tengok Kereta Senja. Pertama kita dihadirkan pada stasiun Tugu di Jogja (nyata) yang mempunyai loket khusus untuk Kereta Senja (imajinasi) di mana banyak orang membeli tiket sekali jalan (logika nyata) untuk suatu perjalanan dengan kereta yg entah ujung relnya ada di mana (imajinasi). Saya merasa seperti diombang ambingkan oleh roller coaster sastra yg memainkan adrenalin rasa, hingga kadang sempat ragu “mana atas mana bawah”. Misalnya saat lewat stasiun Jogja dari Bandung ke Surabaya, sempat2nya saya berpikir “Kalo emang ada, loket ke Negeri Senja itu seharusnya di sebelah mana ya…”
    Apapun itu, saya bahagia sekali bisa nemu blog ini. Setidaknya saya bisa mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Mas Seno, dan itu bagian realismenya, kalopun uluran itu tidak disambut, saya masih bisa anggap balasan jabat tangan itu bagian surrealismenya. Dan itu berarti kisah Mas Seno sudah lengkap…

  156. Mak jan… Ternyata Seno ini Doktor dibidang sastra, ya. Tinggi juga pendidikan formalnya.

  157. Mas Seno… saya suka sekali karya-karyanya Mas Seno…
    baru kali ini saya liat senja yang begitu indah lewat cerita Mas Seno….
    ga bosen-bosen bacanya…
    minta ijin buat nge-link blognya Mas ke blog-ku ya…
    aku juga lagi ‘nge-Seno-in’ temenku dan nyuruh dia buat buka blog ini nih… soalnya dia bilang kalo dia suka senja, trus aku cerita deh kalo tulisannya Seno yang tentang senja selalu cantik… MUST READ!

  158. Semua karya Seno Gumira Ajidarma…unspeakable, undiscussable, undeniable. Just a kind of extra ordinary. He’s just amazing :)

  159. Mas Seno tulisan-tulisannya mantap!!refleksi sosialnya amat menarik, dalam, dan tajam. Saya sebagai mahasiswa teologi belajar banyak dari Anda.Terus berkarya. Salut!

  160. Sejak lama saya membaca karya-karya Mas Seno. Saya mengimpikan karya-karyanya yang mulai menukik ke dunia spritualitas seiring umurnya yang kian menua. Tidak melulu tentang pemberontakan dan kegilaan yang tak jua habisnya. Kapan, ya, Mas Seno? Atau ada karya seperti itu yang terlewat kubaca?

  161. Pak Seno terbang seperti angin………

  162. jan…pancen luar biasa….nyong kagum banget yakin…subhanallah…begja banget….,bisa membius wong akeh karo tulisan…..

  163. wowwwww

  164. om seno, saya yufal dari fakultas sastra univ. diponegoro. teman2 seangkatan kami ingin ngadain KKL di bali dan ada rencana pengen mampir di kediaman om seno di surabaya. untuk sekedar memberi wawasan dan bincang-bincang mengenaai sastra, dan proses kreatif. apakah om berkenan?? mungkin bulan juni/juli.

    bisa minta no tlp yang bisa di hub g om?????

    085641498936

    salam dari SASTRA UNDIP Semarang

  165. sejak kapan Mira kok omahe neng Suroboyo? nganti ana mahasiswa kepngin ketemu neng kana. Tapi,…ngko dhisik…..sapa ngerti duwe bojo neh ya? ha ha ha.
    Salam dari sahabat keluarga besar San Thom Yogyakarta.

  166. kdng kalau baca cerpen2 seno ….. sya suka berfikir, ni orang peka bgt dengan realitas sosial yg terjadi …. apa yah resepnya …… bisa ga yah spt dia dapat menceritakan suatu fenomena sosial ke dalm karya fiksi … ah seno adalah seno dan sy tentulah sy, namun satu ucap … two thumbs up 4 u seno …..

  167. Mas Seno, manalagi novel yang ngambil cerita dari pewayangan nih ? Aku suka banget karena jadinya bisa melihat ceritanya dari perspektif lain dari yang selama ini aku tahu

  168. thanks bang Seno,saya kuliah jurusan bahasa,suka dengan dengan cerpen Clara atawa. Bisa Jelaskan struktur Alurnya ga bang…?

Tinggalkan Balasan