SYEKH SITI JENAR
SYEKH SITI JENAR
NAMANYA MELARISKAN BUKU
Siapakah Syekh Siti Jenar? Meskipun setidaknya Intisari telah menjejaki - yang disebut sebagai - dua kuburan Syekh Siti Jenar, masing-masing di Kemlaten, Cirebon maupun Gedong Ombo, Tuban, agaknya Syekh Siti Jenar tidak bisa dipastikan keberadaan historisnya secara ilmiah dalam kategori positivistik. Keberadaan Syekh Siti Jenar adalah keberadaan sebuah makna, baik dalam bentuk suatu ajaran yang tercatat pada berbagai naskah, maupun makna keberadaan dalam penafsiran politis, sebagai tokoh oposisi terhadap hegemoni kekuasaan rohani para wali. Suatu konstelasi yang sebetulnya juga merupakan tipologi konstelasi politik duniawi, ketika kerajaan-kerajaan Islam di Jawa telah menjadi dominan, tetapi pusat-pusat kekuasaan pra-Islam dengan segenap aliran kepercayaannya, belum sepenuhnya terleburkan - bahkan sampai hari ini.
Wali yang mencemaskan
Dalam ziarah pustaka ini, gambaran Nancy K. Florida tentang Tiga Guru Jawa (Syekh Siti Jenar, Syekh Malang Sumirang, Ki Ageng Pengging) dalam disertasinya, Menyurat Yang Silam Menggurat Yang Menjelang (1995) akan dikutip sebagai pengantar:
“Di antara ketiga empu tersebut, Syekh Siti Jenarlah yang paling dikenal, dengan ketenarannya sebagai wali pembangkang yang paling utama di Jawa bahkan hingga saat ini. Berbagai versi kisahnya, baik lisan maupun tulisan, melimpah. Dialah tokoh yang mewakili penyebarluasan, dan yang disebarluaskannya adalah pengetahuan esoteris eksklusif yang keluar dari kalangan elite politik-spiritual ke dalam budaya khalayak ramai. Atas penyebarluasan inilah maka para wali merasa terpanggil untuk memusnahkan Syekh Siti Jenar. Mereka melihat ancaman politik yang benar-benar nyata dalam dirinya; lantaran sebagai sosok penyebarluasan dan populisme dia dengan sendirinya menentang pemusatan dan penyatuan kekuasaan.
“Dalam benak khalayak ramai, Siti Jenar dikenang sebagai patron wong cilik. Garis besar kisah hidupnya menggarisbawahi keterkaitan organisnya dengan lapis terendah masyarakat. Dalam versi kisahnya yang paling tersebar luas, Siti Jenar diceritakan sebagai seekor cacing tanah yang secara ajaib berubah menjadi manusia. Pengubahan ini terjadi karena sang cacing secara kebetulan menerima pengetahuan esoteris yang mengantarnya menuju Hakikat Sejati. Sekali menjadi manusia, dia yang semula cacing ini kemudian berani untuk membuka tabir Pengetahuan Makrifat ini kepada khalayak ramai. Barangkali anggapan bahwa penyampaian pengetahuan semacam itu akan dapat mengubah martabat “cacing-cacing” yang lain adalah kecemasan elite spiritual-politik di ibu negeri Demak.
“Selain dosanya ‘menyingkap sang Rahasia’ kepada khalayak ramai, Siti Jenar juga dipersalahkan karena menyepelekan syariat, hukum suci Islam. Dan di dalam banyak penuturan kisahnya, dia dituduh sebagai orang yang mengaku dirinya Allah. Bagaimanapun juga, yang paling mencuat dan diberitakan adalah dosanya menyebarluaskan Ilmu Gaib; dan lantaran dosa inilah sang wali diadili dan dijatuhi hukuman mati. Terdapat berbagai versi tentang ‘pengadilan’ dan eksekusinya. Masing-masing versi perlu untuk dipahami dengan latar belakang ingatan kolektif masyarakat tentang kisahnya dan dalam bandingan dengan versi lainnya. Yang terpenting untuk diperhatikan adalah keragaman kisah atas apa yang terjadi dengan jasad sang wali; berkisar dari ekstrem yang satu bahwa jasadnya berubah menjadi bangkai busuk seekor anjing hingga ke ekstrem yang lain (yakni pada versi Babad Jaka Tingkir) bahwa sang wali akhirnya mikraj ke surga.”
Adapun asal nama Kemlaten, kuburan Syekh Siti Jenar di Cirebon, terasalkan dari kisah dalam Babad Cerbon, bahwa ketika para wali membongkar kuburan Siti Jenar setelah dihukum mati, untuk membuktikan kebenaran ajarannya: bahwa jika ia mati di dunia ini artinya hidup abadi di dunia yang sebenarnya -ternyata memang tak menemukan jasad, melainkan sekuntum bunga melati. Seperti juga telah sering ditemukan dalam riwayat wali yang sembilan, istilah “politik dongeng” menegaskan terdapatnya kepentingan ideologis di balik segenap “sejarah” tersebut. Kesadaran tentang perlu diabaikannya keberadaan dongeng-dongeng tersebut sebagai fakta historis, juga tersurat dalam catatan sejarawan Graaf dan Pigeaud dalam Kerajaan-Kerajaan Islam di Jawa: Peralihan dari Majapahit ke Mataram (1974), seperti ketika memberi catatan atas keberadaan Dewan Walisanga:
“Sudah jelas bahwa Musyawarat orang-orang suci menurut cerita legenda ini, yang dihadiri oleh mereka semua, sukar kiranya dapat sungguh-sungguh terjadi. Dugaan ini wajar, karena antara kedua tokoh historis Sunan Ngampel Denta dan Sunan Kudus terdapat jarak waktu beberapa generasi (dari pertengahan abad ke-15 sampai dekade-dekade pertama abad ke-16).”
Ajaran tentang ada
Lantas, ajaran macam apa sebetulnya, yang dianggap “benar tapi berbahaya”, sehingga penyebarnya begitu patut menerima hukuman mati dalam pandangan Walisanga? Dalam kenyataannya, buku-buku yang memuat dan menyebarkan teks yang disebut sebagai “ajaran” Syekh Siti Jenar ini beredar luas pada masa kini, beberapa di antaranya bahkan berpredikat best seller alias laris manis tanjung kimpul, yang bukan hanya tidak mengundang kecaman apa pun dari para pemeluk teguh syariat, melainkan justru ditulis oleh para ahli agama itu sendiri. Untuk menyebut beberapa, bisa diperiksa dua buku laris Abdul Munir Mulkhan, Syekh Siti Jenar: Pergumulan Islam-Jawa (1999) dan Ajaran dan Jalan Kematian Syekh Siti Jenar (2001), Muhammad Sholikhin, Sufisme Syekh Siti Jenar: Kajian Kitab Serat dan Suluk Siti Jenar (2004), Sudirman Tebba, Syaikh Siti Jenar: Pengaruh Tasawuf Al-Hallaj di Jawa (2003), dan yang ditulis dengan sapaan hangat serta indah karya Achmad Chodjim, Syekh Siti Jenar: Makna “Kematian” (2002). Namun untuk mengintip apa yang disebut “ajaran rahasia” tersebut, pustaka yang akan diziarahi masih dari karya ilmiah P.J. Zoetmulder, Manunggaling Kawula Gusti: Pantheisme dan Monisme dalam Sastra Suluk Jawa (1935).
Tidak mungkin memindahkan ulasan panjang lebar dalam disertasi Zoetmulder tersebut, tapi kita mulai saja dengan petikan atas kutipan dari Serat Siti Jenar yang diterbitkan oleh Tan Khoen Swie, Kediri, pada 1922:
Kawula dan gusti sudah ada dalam diriku, siang dan malam tidak dapat memisahkan diriku dari mereka. Tetapi hanya saat ini nama kawula-gusti itu berlaku, yakni selama saya mati. Nanti, kalau saya sudah hidup lagi, gusti dan kawula lenyap, yang tinggal hanya hidupku, ketenteraman langgeng dalam Ada sendiri.
Hai Pangeran Bayat, bila kau belum menyadari kebenaran kata-kataku maka dengan tepat dapat dikatakan, bahwa kau masih terbenam dalam masa kematian. Di sini memang banyak hiburan aneka warna. Lebih banyak lagi hal-hal yang menimbulkan hawa nafsu. Tetapi kau tidak melihat, bahwa itu hanya akibat pancaindera.
Itu hanya impian yang sama sekali tidak mengandung kebenaran dan sebentar lagi akan lenyap. Gilalah orang yang terikat padanya, tidak seperti Syeh Siti Jenar. Saya tidak merasa tertarik, tak sudi tersesat dalam kerajaan kematian. Satu-satunya yang kuusahakan, ialah kembali kepada kehidupan.
Dalam disertasi filsafat ini Zoetmulder menekankan, bahwa dengan teks semacam ini Syekh Siti Jenar dan murid-muridnya telah ditafsirkan memberi kesan seolah-olah Tuhan itu tidak ada, padahal, “Menurut hemat kami ucapan-ucapan serupa hendaknya ditafsirkan sebagai sebuah polemik serta penolakan terhadap ide mengenai seorang Tuhan yang berpribadi; sebaliknya Siti Jenar mengetengahkan ide mengenai suatu Jiwa Semesta, ia manunggal dengan Hyang Suksma, manunggal dengan hidup yang tunggal, yakni dirinya sendiri.”
Bukan Al-Hallaj, tapi India
Syekh Siti Jenar begitu sering dihubung-hubungkan dengan al-Husain ibnu Mansur al-Hallaj atau singkatnya Al-Hallaj sahaja, sufi Persia abad ke-10, yang sepintas lalu ajarannya mirip dengan Siti Jenar, karena ia memohon dibunuh agar tubuhnya tidak menjadi penghalang penyatuannya kembali dengan Tuhan. Adalah Al-Hallaj yang karena konsep satunya Tuhan dan dunia mengucapkan kalimat, “Akulah Kenyataan Tertinggi,” yang menjadi alasan bagi hukuman matinya pada 922 Masehi di Baghdad. Seperti Syekh Siti Jenar pula, nama Al-Hallaj menjadi monumen keberbedaan dalam penghayatan agama, sehingga bahkan diandaikan bahwa jika secara historis Syekh Siti Jenar tak ada, maka dongengnya adalah personifikasi saja dari ajaran Al-Hallaj, bagi yang mendukung maupun yang menindas ajaran tersebut. Tepatnya persona Syekh Siti Jenar memang dihidupkan untuk dimatikan.
Namun karena penelitiannya tentang segenap pengaruh terhadap sastra suluk Jawa, Zoetmulder berpendapat lain tentang ajaran Syekh Siti Jenar. “Jelaslah betapa besar pengaruh dari ide-ide India. Pengaruh itu tampak juga dari sikap terhadap nilai dan kenyataan dunia, yang dianggap hanya suatu permainan pancaindera, sebuah impian, segalanya hanya bersifat semu dan tak ada sesuatu yang nyata, suatu godaan, sebuah sulapan yang menimbulkan keinginan manusia dan dengan demikian mengurungnya. Singkatnya, di mana-mana kita mengenal kembali pandangan dari India.
“Akhirnya, juga kematian Siti Jenar - menurut logatnya sendiri, masuknya ke dalam kehidupan -seperti dilukiskan dalam versi yang kami bahas di sini, bernafaskan suasana India. Dengan menutup sendiri semua pintu dengan dunia luar ia membiarkan nafas kehidupan keluar dari badannya yang lalu mempersatukan diri dengan Suksma semesta. Dalam segala uraian ini hanya sedikit sekali pengaruh dari dunia Islam, sekalipun kadang-kadang disebut sebuah kutipan dalam bahasa Arab sekadar bahan pendukung. Sebaliknya menonjol sekali, betapa ajaran ini serasi dengan suatu bagian dari Arjunawiwaha yang melukiskan bagaimana Bhatara Indra dalam wujud seorang resi tua menyampaikan ajaran kesempurnaan kepada Arjuna yang sedang bertapa.
“Bila akhirnya tokoh Siti Jenar kita bandingkan dengan apa yang kita ketahui mengenai Al-Hallaj, maka tampak, bahwa keserasian hanya berkaitan dengan beberapa sifat dari kisah itu, tetapi kesamaan dalam hal ajaran jarang kita jumpai.”
Setelah menguraikan konsep ajaran Al-Hallaj yang dirujuknya dari peneliti sufisme terkenal Louis Massignon, hanya satu hal dianggap Zoetmulder agak mirip, yakni tentang permintaan maaf telah mengungkap rahasia ilahi (ifsa-al-asrar) - itu pun menurutnya Siti Jenar tidak minta maaf. Dijelaskannya, “Tidak mengherankan, bahwa dalam ajaran Siti Jenar tak terdapat bekas-bekas ajaran otentik Al-Hallaj.”
Ia pun merumuskan, “Perbedaan pokok antara kedua tokoh itu ialah Al-Hallaj selalu ditampilkan sebagai seorang sufi yang terbenam dalam cinta akan Tuhan, sedangkan dalam diri Siti Jenar sifat tadi hampir tidak tampak. Siti Jenar terutama dikisahkan sebagai seorang yang mandiri, akal bebas yang tidak menghiraukan raja maupun hukum agama; tak ada sesuatu pun yang menghalanginya menarik kesimpulan dari ajarannya. Dengan demikian ia menjadi wali yang paling digemari rakyat dan yang riwayatnya masih hidup di tengah-tengah orang Jawa.”
Lemah Abang serba pinggiran
Dengan konteks pengaruh India dan bukan Islam da lam ajaran Syekh Siti Jenar, menjadi jelas konteks duniawi yang terpadankan dengannya, seperti teruraikan oleh Graaf dan Pigeaud mengenai kedudukan politis Pengging sebagai kerajaan “kafir” terhadap kekuasaan Demak. Dalam legenda, Kebo Kenanga atau Ki Ageng Pengging adalah murid Syekh Siti Jenar yang membangkang dan tidak bersedia tunduk maupun melawan Sultan Demak - yang membuat kedudukannya sulit diatasi meski Sunan Kudus ia izinkan untuk membunuhnya. “Tindakan Sunan Kudus yang sangat terkenal terhadap ’si bid’ah’ Kebo Kenanga itu sesuai dengan ketegasan terhadap penghujah Allah Syekh Lemah Abang (atau Pangeran Siti Jenar) sendiri. Syekh itu adalah guru ilmu kebatinan empat bersaudara: Yang Dipertuan di Pengging, di Tingkir, di Ngerang, dan di Butuh.” Bahwa Pengging sebelumnya disebut-sebut sebagai kerajaan “kafir” yang masih berdiri setelah Majapahit runtuh, jelas menunjukkan personifikasi Syekh Siti Jenar sebagai representasi perlawanan, terhadap dominasi Demak sebagai representasi hegemoni kekuasaan rohani sekaligus duniawi.
Mungkinkah bisa dipahami sekarang, mengapa banyak wilayah di Jawa bernama Lemah Abang, dan selalu terletak di pinggiran?
Sumber : INTISARI No. 517 TH. XLIII, AGUSTUS 2006
DIarsipkan di bawah: Sketsa
numpang naya neh..kata jenar yang sebenarnya artinya kuning atau merah?sebab disebuah buku jawa jenar berarti kuning…
siklus kemunculan syekh siti jenar selalu ada di setiap jaman, tentunya dalam bentuk dan nama yang berbeda, tapi pola pemikiran dan “perjuangan”nya hampir sama. ‘mungkin’ bisa ditelusuri dari jaman nabi adam hingga kini. banyak kan nyang seperti itu???
jenar memang berarti kuning di dalam bahasa jawa. tapi agaknya, penyebutan syekh siti Djenar dan Syeh Lemah Abang tidak berada dalam tataran bahasa, tetapi berada dalam latar tataran yang lain. [saya juga kurang tahu apakah kedua tokoh itu identik-historik].
banyak kesimpang-siuran data dalam sejarah sosial jawa agaknya, seperti, misalnya, malang sumirang yang juga disebut sunan panggung itu dibilang murid sunan kalijaga yang berasal dari daerah kedu atau purwarejo, dll. bukankah seno dlm artikel ini juga meragukan jarak masa antara sunan kudus dan ampeldenta[?].
yang agaknya sering merepotkan adalah, nama yang sering digunakan secara nunggak semi, artinya nama yang terus menerus digunakan oleh para penggantinya tanpa disebutkan urutan angka penggunaannya. nama nunggak semi ini agaknya yang paling diperhatikan hanyalah nama sang raja. sri sultan ke … atau paku buwana ke … dll. tetapi tidak dengan nama, misalnya sunan kudus atau pangeran kudus yang ke berapa …
mangir wanabaya pun ada beberapa versi yg mengatakan bahwa yg dibunuh oleh senapati ing ngalaga itu adalah mangir yang ke 3.
utk yg punya blog ini: kapan malamg sumirang jadi sebuah cerpen? ada anak semarang yg menuliskannya di suara merdeka beberapa minggu lalu. tapi kurang impresif. sekedar peripndahan bahasa dari jawa ke indonesia kayaknya. belum ada intensitas persoalan yang di-”sekarang”-kan, pada hal adegan dibakar dan sumirang menulis tembang [puisi] sangat filmis sekali heheeee [sok tahu banget ya???]
ok deh. salam kenal buat semua.
applause..benar2 menarik,saya selalu tertarik akan segala hal mengenai Syeh Siti Jenar..tentang kehidupan..
‘Manunggaling Kawula Gusti,Iku Kang Jeneng Sujud Sejati’,begitu ajaran Siti Jenar..Saya jadi teringat nasihat Kakek (alm),beliau bilang;” GUSTI ALLAH,kuiartine baGUS ing aTI - bagus ing poLAH (bagus di hati - bagus di tingkah laku /jiwa dan akhlak bagus).maksudnya; manusia jika ingin dekat/menyatu dg Allah,maka harus ber-hati & ber-akhlak yg bagus..
salam buat semuanya..
siti jenar memang menarik untuk ditelusuri, apalagi ajaran manunggaling kawula gusti
hati2x dalam mempelajari ajaran sech siti jenar salah baca/pemahaman maka akan patal akibatnya ( kesesatan didepan mata ) jadi pelajarilah dengan hati yang bersih
Untuk comment KIKI KURNIAWAN;
Kalau ada lesson tentang Shalat, lalu secara dzahiriyah sampai kepada orang yang memang masih kurang luas pemahamannya dan kadar intelektualnya masih memprihatinkan, maka dia juga bisa shalat salah kaprah.
Nah, sekarang kalau dalam mempelajari ajaran Syeks Siti Jenar harus hati-hati, ya itu cuma berlaku bagi mereka yang secara apriori tidak menyetujui hakikat ajaran esoteris Syekh Siti Jenar, supaya apa? Ya supaya dia tidak berlaku subjektif. Kebanyakan orang terpengaruh dengan hujatan dan takfir thdp SSJ tanpa obyektivitas yang murni. Sehingga bau sentimen agama masih menggelayut. Tidak bisakah kita mengambil ajaran-ajarannya yang layak untuk diambil oleh kita? Bukankah kebenaran itu tercecer dimana-mana?
Sekarang, perkara sesat dan ajaran sesat, saya ingin tanya, apa sih kriteria orang yang sesat itu? Saya beri contoh; Orang Sunni menganggap Syi’ah itu sesat, tapi Orang Syi’ah justru mennganggap Sunni-lah yang sesat. Sekarang Ahmadiyah masih dilabeli sbg aliran sesat, JIL dianggap sesat, dll. Anda mau milih yg mana?
Ada golongan yg menganggap bahwa Allah itu bisa dilihat sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an, “Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih.” (Al-Kahfi: 110).
Tapi sebagian lain menganggap Allah itu tidak bisa dilihat dengan dalil didalam Al-Qur’an jg, Ayat 103 Surat Al-An’am, “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu.”
Bagaimana Anda mendamaikan kedua ayat tersebut, sedangkan di dua kubu saling sesat menyesatkan dengan keyakinannya?
Konklusi yg ingin saya sampaikan; simple–selama sesuatu hal itu kontributif dalam artian positif-progresif bagi orang banyak, kita jgn terlalu mempersoalkan. Makanya, saya sarankan Anda untuk lebih bersikap pluralis.
Salam Pluralisme.
Ada 4 tingkatan dalam mempelajari ISLAM yaitu Syariat, Tarekat, Hakikat dan Ma’rifat
sebelum belajar Ilmu Tarekat kita harus telah menguasai Ilmu Syariat,
sebelum belajar Hakikat kita harus menguasai Syariat dan Tarekat,
sebelum belajar Ma’rifat kita harus menguasai Ilmu Syariat Tarekat dan Hakikat
Setelah menguasai tingkatan diatasnya kita tidak serta merta mengabaikan tingkatan dibawahnya,
misalkan kita telah menguasai Ilmu Tarekat, kita tidak serta merta boleh mengabaikan Ilmu Syariat/tidak menjalankan Syariat lagi, hanya karena telah menguasai Ilmu Tarekat
begitu dengan yang lain
Jadi hati-hati apabila mau belajar atau mempelajari Ilmu yang memiliki tingkatan lebih tinggi, namun tingkatan dibawahnya saja kita belum paham atau malah belum mengerjakan
saya tidak akan mengatakan siapa yang sesat atau yang benar, semua kembali kepada tingkatan masing-masing, tapi yang pasti akan ada yang sesat dan yang benar dan hanya ALLAH yang tahu
Hati-hati dengan ajaran siti jenar
semoga berguna
salam,
Ajaran yang dituturkan Siti Jenar sangat menarik, apalagi kalau kita juga membicarakan ajaran-ajaran lain yang hampir mirip walaupun tidak benar2 sama, apalagi berada dalam masa dan budaya yang berbeda. Saya sempat membandingkannya dengan Wejangan Dewa Ruci kepada Bima, sungguh sangat indah, berikut petikannya
Pukulun, wejanglah aku seperlunya agar tidak mengalami kegelapan seperti ini terasa bagai keris tanpa sarungnya sabarlah anakku,memang berat cobaan hidup ingatlah pesanku ini senantiasa jangan berangkat sebelum tahu tujuanmu, jangan menyuap sebelum mencicipnya. tahu hanya berawal dari bertanya, bisa berpangkal dari meniru, sesuatu terwujud hanya dari tindakan. janganlah bagai orang gunung membeli emas, mendapat besi kuning pun puas menduga mendapat emas bila tanpa dasar, bakti membuta pun akan bisa menyesatkan.
janganlah mengatakan ajaran Siti Jenar itu sesat ataupun merupakan kebenaran yang hakiki, jika kita belum mempelajari kemudian memahaminya dengan kesungguhan hati.
Assalamua’alaikum wr.wb.
Istighfar…..banyak-banyak baca Istighfar sodaraku….ambil hikmahnya saja jangan terlalu dalam!!!
Pelajari saja wudlu kita apa sudah benar, sholat kita apa sudah benar, dan semua pengetahuaan dasar Islam kita apa sudah benar. Boleh saja ekploitasi rasa ingin tahu kita, tapi ingat ! dalam DIRI KITA ADA MALAIKAT DAN ADA JUGA SETAN…jadi kalau belum tahu akan kekuatan iman kita jangan pernah mencoba kekuatan setan dalam membelokkan arah pikiran kita….Kembali saja ke AL QUR’AN DAN AL HADIST…..jadikan kisah Syeikh Siti Jenar atau apapun julukannya sebagai wacana saja jangan dijadikan perdebatan….jadikan pengingat….perbanyak Istighfar biar aman dunia-akhirat
Maaf bila menyinggung siapapun juga yang tersinggung….
Ingat kita sesama muslim……wajib saling mengingatkan…
Terima kasih
Wassalamu’alaikum wr.wb
Yang penting selalu kembali ke Alquran dan Sunah.Teladani terus Rasul kita Muhammad SAW sehingga kita terhindar dari bisikan iblis yang selalu mencari celah untuk membuat kita kufur.Pelajari lah apapun itu ilmu dengan hati yang bersih, ikhlas.Serta sikapilah perbedaan dengan tanpa kekerasan, penuh kasih sayang sebagaimana Rasul memperkenalkan Islam ini kepada dunia jahiliyah.
ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH…!
Sdra-sdraku….!!
Agama Islam ini ada bukanlah untuk diperdebatkan, melainkan untuk dibaca “IQRO” yang arti secara penafsirannya adalah dipelajari.
Islam tidak mengajarkan untuk saling mengejek dan menganggap pemahamannya yang paling benar melainkan “Mengajak” untuk lebih memantapkan pemahaman.
mengenai Sang Syech Siti Jenar saya menganggap bahwa beliau merupakan proses pembelajaran yang secara hakiki tentang dimana manusia mengenal Khaliknya..!!
Apakah kita pantas memvonis bahwa siti jenar itu salah..? sedang kebenaran itu adalah milik ALLAH SWT..! LA HAULA WALA KUWWATA ILA BILLAHIL ALIYYIL ADJIM.
janganlah kita merasa puas dengan pemahaman kita sedang ternyata pemahaman kita itu masih seperti kulit kelapa, tetapi pelajarilah dalamnya agar kita ketahui Isinya, karena isi dari buah kelapa itu Manis…!!
Siapakah Manusia Yang Sanggup MENGGAMBARKAN RASA MANIS ITU KEPADA TEMAN- Teman Lainnya…!!!
WASSALAMUALAIKUM WR.WB
ass. ww
yg terpenting apa yang kita lakukan kita tahu makna dan tujuan, atau dg kata lain didasari dg IMAN, jangan cuma ikut2an pendapat guru ato orang lain tanpa mengalami sendiri…kasarnya jangan jadi Burung Beo…apa yng diomong orang itulah yg diikuti….
PELAJARI DAN IKUTILAH AL-QUR’AN….AWAS HADIST BANYAK YG PALSU….TIDAK ADA JAMINAN
WASSALAM,
HAMBA ALLAH
MAS UCUP
Ingatlah apa yg terkandung dalam…sholat…
Dzikir bukan berarti duduk dalam masjid atau menyepi…
dzikir yang sebenarnya adalah: disaat kita dihadapkan dengan permasalahan apapun yang ada kita tetap berserah diri kepada Yang Maha Agung… ALLH SWT
sy cuma mengingatkan : Cuma orang yang ikhlaslah yang tidak dapat tergoda syetan…..
Syekh siti jenar……
sufi agung yang benar2 mengerti akan Dzat Nya, cara kematian dan kesempurnaan sejati, sehingga bisa manunggal dengan yang menciptakan itulah makna sejati Inalillahi wa inalillahi rojiun sehingga bisa bertafakur abadi dengan Sang Pencipta.
apakan orang seperti beliau ada di jaman serba edan sekarang ini????
Tidak ada Tuhan selain Alloh.
Terima kasih syeh siti Jenar dengan ajarannya telah membukakan hijab .
sesungguhnya kita berasal “dari Alloh” dan “kembali kepadaNya”
sejatining urip iku Allah…..
semuanya akan kembali kepadaNya
kita hanya terperangkap di dalm tubuh yang fana’ yang selalu membutuhkan makan minum hiburan dan ke”dunia”an lainnya
tapi Allah tidak membutuhkan itu semua
mari kita kembali kepadaNya
Jenar kadang memang menjadi jimat yang mujarab. Misalnya jimat untuk melariskan buku itu.
btw, saya tetap bingung ajaran benar kok bisa di anggap berbahaya ya? Apa karena yang mengganggap itu nggak bener? *bingung*
AWW.
Terlepas dari kata salah dan benar, sesat ataupun tak sesat, sebuah ajaran yang mampu mengenal Sang Pencipta sehingga bisa menempatkan diri pada porsi yang semestinya sebagai seorang hamba yang baik dan mampu mengabdikan diri kepada yang memberi segala.
Meskipun Ia tak pernah meminta dan menuntut, tidak sama sekali gila pujian, dan tak berharap di agung-agungkan, karena Ia sendiri lah keagungan yang tak bisa lagi terbantahkan. Sebuah ajaran pantas di sebut ajaran, tentunya mengajar pada kebaikan yang sejati tanpa adanya campuran dan kontaminasi dari hal-hal yang justru akan merusak kesucian ajaran itu. Jenar hanyalah sebuah ajaran yang baik maupun buruknya adalah tanggung jawab para pengikutnya. Pada akhirnya kebenaran sejati akan muncul ke atas permukaan bumi dan menganulir segala kekeliruan, baik yang tampak maupun yang tak tampak. WSLM.
saya setuju denga ajaranya kiyai sekh siti jenar..akan tetapi harus di liat melalui ajaran dari al-quran……..sayang menyadarinya……….manunggaling kawula gusti………..
Alhamdulillah… Manungggaling Kawula Gusti adalah istilahnya Syekh Siti Jenar… sedangkan Nabi Muhammad S.A.W dengan istilahnya waktu itu adalah Isra Mi’raj…Nabi Isa dengan istilahnya Kenaikan Isa Almasih atau Malam Kudus.. yang sama artinya dengan Malam Seribu bulan… Dengan terbukanya hijab-hijab, syahadat Sudah Sempurna…… apa yang disaksikan sudah “rea”l… tak ada lagi keraguan dalam menyembah…. tak ada lagi pikiran mana yang disembah… bukan bayangan huruf-huruf lafadz Allah, atau tulisan Allah.. Terimakasih Allah, Terimakasih Nabi Muhammad, Terimakasih Nabi Isa, Terimakasih Syekh Siti Jenar, Terimakasih Mursyid.. Terimakasih Al Halaj, Terimakasih Wali-Wali Allah…sedunia… Yang bingung… teruslah bingung, yang menganggap sesat…teruslah berfikir sesat, yang sudah bercahaya dalam Sholat… jagalah sampai mati….!!!
ga ada yang salah dari syech siti jenar, yang ada hanya ketidaktahuannya atau beliau hanya ingin tidak ada dominasi pemujaan “sanjungan yang terlalu berlebih ” dari murid/ orang yang merasa diislamkan wali sanga,seperti yang sekarang ini. coba lihat masyarakat islam kita yang semuanya hafal alfatihah “IYYAKA NA’BUDU WA IYYAKA NASTA’IN” HANYA kepada Alloh aku menyembah HANYA kepada Alloh aku memohon pertolongan. tapi masih saja ada yang meminta kepada kuburan.
Kubur siapapun, jika sudah jadi mayat TIDAK AKAN MENDATANGKAN MANFAAT APAPUN, TERLEBIH MEMPERCAYAI KESAKTIAN BELIAU YANG MASIH TETAP HIDUP. Hatta makam Rosululloh SAW sekalipun.
Sebab akan berhadapan dengan satu fakta yang harus diterima, TETAP MEMOHON KEPADA ALLOH dengan segenap keimanan, atau MENERUSKAN KEBIASAAN MEMINTA KEPADA ALLOH DIHADAPAN KUBUR ORANG MATI yang berarti dia telah mensekutukan (musyrik) Alloh dengan makam** Orang sholeh.
Assalamualaikum…..
Disini bukan momen untuk menyatakan siapa yang benar atau salah…. wajar setiap manusia punya salah atau pernah khilaf….gak ada yang sempurna…sodara yang setuju dengan syeh jenar, ya monggo….yang gak setuju ya monggo…gak ada masalah….wong yang Maha Benar ya Allah semata kok…Allah kelak akan menunjukin mana yang hak dan yang batil….jangan kuatir…jadi pengikut Ahlus sunna wal jama’ah aja dijamin tau yang bener dan salah, jangan jadi pengikut Ahlu nafsu wal jamaah….nanti kita malah jadi ngawur…..karena profil idaman kita hanya Rasulullah Muhammad SAW yang patut kita idamkan,kalo kita mengaku ISLAM …
Maaf …. namanya juga manusia…bnyak khilafnya….
terima kasih sama sahabat Ar Rummy yang membuat saya terbangun dari kesombongan seorang manusia dalam beribadah…..
Wassalam……
ISLAM YA ISLAM !!!!!!!!!!!
GAK ADA ISLAM PLURALISME……ISLAM KIRI….ATAU ISLAM YANG ANEH2…. SEKALI ISLAM YA ISLAM ….UNTUK SODARA YANG NGAKU ISLAM PLURALISME ATAU LAIN-LAIN, SAHADAT LAGI SANA ….JANGAN NGRUSAK ISLAM…..TOBAT….KALAU ANDA HIDUP DIJAMAN SAHABAT ALI BIN ABI THOLIB, BISA DIPASTIKAN ANDA AKAN DIPENGGAL DENGAN PEDANG BELIAU SENDIRI…
SEDANG,
SITI JENAR ATAU SIAPAPUN NAMA ATAU AJARANNYA ITU SEKRANG HANYA JADI PENGINGAT SAJA JANGAN DISIKAPI YANG BERLEBIHAN…….
HIDUP ISLAM !!!!!!! ALLAHU AKBAR !!!!!!!!!!!
Assalamualaikum w.w
Sujud syukur pada ALLAH Sang Penguasa Alam Semesta
Cak Seno dan konco2….yang namanya Syeh siti jenar itu ya juga muslim, adapun ada hal yang dilakukan beliau ya itu menunjukkan sifat beliau yang kamilia, wujud cinta beliau kepada sang penciptanya. Tapi mungkin untuk kita yang ditataran syariat cara beliau agak berbeda, sedangkan pada masa para wali 9, sampai ada perdebatan tentang cara berpikir dan tatacara beliau, itu dikarenakan kondisi masyarakat Islam saat itu masih “hijau”, jadi masih belum bisa menerima cara si-syeh dalam mewujudkan kehambaan beliau kepada ALLAH. Itu yang jadi pokok perdebatan saat itu, karena materi yang disampaikan para wali 9 saat itu adalah mengajarkan Islam yang bermateri dasar, yaitu Syariat. Jelas hal ini yang jadi perbedaan yang mencolok saat itu. Maka dari itu kesimpulan yang bisa kita serap dari paparan singkat diatas adalah tarikat-hakekat-makrifat bisa dicapai dengan melaksanakan syariat secara benar.Tanpa kita sadari ketiga tingkatan tersebut diatas akan kita capai dengan sendirinya, karena itu adalah hak ALLAH untuk meningkatkan tingkatan kita.
semoga kita segera ditingkatkan kadar iman dan islam kita…amin ya robal alamin..
MAHA SEMPURNA DAN BENAR ALLAH
Ihdinisirotolmustakim
Wassalamualaikum w.w
nb:
Banggalah dengan status ISLAM , tanpa embel-embel ISLAM A ATAU ISLAM B ATAU C,karena agama yang paling dridloi oleh ALLAH adalah ISLAM dengan Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpinnya.
mohon bertanya gimana saya bisa dapat foto syek siti jenar seperti foto wali 9 yang lain kalau bisa ada di internet bagaimana bisa saya mendapatkanya !
perspektif lain dalam sejarah syekh siti jenar dikemukakan oleh agus sunyoto dalam serial novelnya: suluk syekh siti jenar. ada 7 jilid broer….
perspektif lain dalam sejarah syekh siti jenar dikemukakan oleh agus sunyoto dalam serial novelnya: suluk syekh siti jenar. ada 7 jilid broer. bisa diliat di http://www.khatulistiwa.net
Syekh Siti Jenar adalah sosok yang kasmaran dengan pencipta-Nya… Mahluk-Nya yang mungkin paling menginginkan penyatuan dengan diri-NYa,Namun bagi kondisi masyarakat pada saat itu ajaran ‘Manunggaling Kawula Gusti,Iku Kang Jeneng Sujud Sejati’ dapat disalah artikan…
semua ajaran baik, cuman syeh siti jenar atau siapa sajalah mendapat pencerahan sendiri sendiri tentang tuhan, jadi silahkan gali keyakinan kalian hingga tiada batas antara engkau dan Dia
emmmmm….
Syekh Siti Jenar (SSJ), bukan manusia, tapi juga manusia !
dia adalah sosok penggerak dan pencetus DIALEKTIKA ala Islam dan Jawa.
SSJ adalah yang dicipta, sekaligus pencipta….
Dimana sebuah kepercayaan yang sebenarnya hanya untuk konsumsi hati dan dirinya sendiri, lewat “pencerahan” hasil eksplorasi dari bilik-bilik alat pemompa darahnya. dia wujudkan, dia jadikan, sebuah pengetahuan dan kepercayaan untuk semua manusia berakal !!
SSJ berani membuat kembali umat untuk berani tersenyum dengan sebuah “kecerdasan” dan kedewasaan berideologi.
Menyadari betapa Tuhan juga ingin merasakan enaknya jadi manusia…pahitnya hidup ala manusia.
Jadi, apapun pendapat anda semua duhai penggila Sukab!
SSJ tetap benar, SSj tetap salah. Dialah bapak dialektika Islam Jawa. Karena Kebenaran adalah bagaimana sudut pandang kita melihat sebuah realita. Menguntungkan, tidak beresiko, diterima banyak orang, itulah K E B E N A R A N…dan semuanya tidaklah Baku, tidaklah Absolut !! ^_^
asalamualaikum…. saudaraku seiman,sekarang kita ga usah memperdebatkan masalah ajaran syekh siti jenar,yang kita takutkan akan menjadi fitnah agama ataupun aliran tertentu, yang penting dalam peribadatan kita selalu berpegang pada alquran dan al hadits…!!! bagi anda yang tidak setuju silahkan tidak setuju tapi jangan ada perkataan SESAT,dan bagi anda yang setuju pabila ingin mendalami ajaran beliau silakan mencari guru tarekat saja.saya seorang naqsyabandiyin yang merasa tenteram dengan ajaran syekh siti.bagi anda yang ingin berbagi perihal dengan saya silakan kirim email ke bobby_capri22@yahoo.co.id
Nusantara Menuntut Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia/ Perang Ghoib Fafirru ila Allohu-jilid 2
BUMI BERTASBIH(resik-resik YANG KOTOR)::Arwah para roh pahlawan bersedih dan menangis melihat anak cucu rebutan kekuasaan,banyak pengangguran,ada yang sulit mencari makan dan anak didik tidak bisa melanjutkan sekolah.Para Malaikat sibuk naik turun dari langit untuk menyampaikankabar berita petunjuk siang dan malam, tapi orang tidak menghiraukan karena tuli,bisu, matahatinya,siap2 menunggu malaikat maut-dari Kyai Moch Da’i atas petunjuk Gajah Mada
Sinungkalan sandhi asma/kala dan merujuk kepada KEADILAN-ketika quran berbicara tentang keadilan yaitu Jikalao keadilan diterapkan maka semua makhluk akan binasa,kecuali yang mendapatkan rahmatNya:: sandhi asma dengan sengkalan; dewa wolu, ngasta manggalaning ratu)::: akan ada dewa tampil,berbadan manusia,berparas seperti Batara Kresna,berwatak seperti Baladewa,bersenjata trisula wedha,tanda datangnya perubahan zaman,orang pinjam mengembalikan,orang berhutang, membayar,hutang nyawa bayar nyawa,hutang malu dibayar malu. Putra Sang Fajar sepertinya akan muncul di akhir tahun 2008 ini, 1928 caka = tahun 2008 akan ada dewa tampil.TETAPI YNG PENTING ADALAH Jikalau Kita tidak melakukan tindakan keadilan/amar makruf nahi munkar maka Kita akan dibinasakan oleh Alloh,Kalo pingin Selamat lakukan keadilan/amar makruf nahi munkar, tindakan keadilan paling rendah adalah pilih calon yang benar dalam pilkada,jangan terlena dengan figure/harta/keturunan.SALAH PILIH pemimpin di PILKADA,maka BENCANA AKAN MENIMPA SELURUH LAPISAN RAKYAT BERDOSA DAN TIDAK BERDOSA,INGAT KAUM TSAMUD nabi Shalih,satu orang membunuh unta azabnya seluruh negara(as-Syams:13-14). Wisik dari Kyai muh Jari-bulan akhir bulan Suro/Muharram:::Muncule goro2 jagat banjir darah sebab manungso golek payung(pemimpin) keadilan kabeh manungso bakal ngunduh wohing pakerti(menuai karma), bakal muncul lintang kemukus) tondo bakal ono goro2(chaos) ,sing bejo wong sing ikhlas,sumeleh,temen,legowo. Tafsirnya::Dengan situasi Perekoniman yang sulit ini akibatnya banyak PHK dan pemangkasan gaji sementara kebutuhan pokok semakin mahal,secara otomatis rakyat kecil akan mudah terprovokasi dengan politik uang menjelang PILKADA dan PEMILU 2009,artinya demi uang kecil rakyat mudah disulut emosinya untuk melakukan chaos karena rebutan benar.
METODOLOGI KORUPSI PEMIMPIN DAERAH DENGAN KEDOK PROYEK APBD penggunaan dana APBD untuk Proyek ABCD,contoh eksekutif menganggarkan nilai proyek 50 miliar,tetapi dalam lapangan eksekutif kongkalikong dengan kontraktor bahwa nilai Rp50miliar hanya digunakan sebesar Rp30miliar sedangkan sisanya Rp20miliar dikorupsi buat kepentingan pribadi dan alokasi dana kampanye.Tetapi tertulis dalam Laporan Pertanggungjawaban Nilai Proyek sebesar Rp 50miliar.Apakah pemimpin seperti ini yang akan dipilih yang akan menghancurkan masyarakat secara pelan pasti dan dimata masyarakat bagus tapi uang dari korupsi proyek APBD.Tunggu Kehancurannya seperti Kaum Tsamud nabi sholih AS
Petunjuk Membuka arti Pesan Ghoib dari Nabi Khidr dari Kyai Moch Da’i:: saiki bukaen sirate ono ing kalbu kalbu ono ing ati, supoyo ngerti maksud dan tujuan sembahyang dan poso lan bukaen surate kelawan mripat dohir sajrone kuran hadits supoyo slamet donya akherat artinya cari makna rahasia dengan kalbu,supaya ngerti maksud tujuan sembahyang dan puasa dan buka surate/dalil nya dengan Quran Hadits,,,WISIK Awal bulan Safar::Gustialloh nurunake (menurunkan) wadyabala sewu malaikat (pasukan seribu Malaikat dipimpin), punggawane Malaikat izroil, kanggo nyaponi jagad (untuk membersihkan-menasbihkan alamraya caranya dengan putingbeliung, banjir, hamatanaman, penyakit, gempa)—rowi kyai turmudzi,Kabuh-jombang. Kenapa Pasukan Malaikat turun? WISIK Awal bulan Safar rowi Kyai Moch Da’i ,dari Syekh Subaqiir-penumbal tanahJawa-walisongo periode I::: Lelembut wis mudal songko sarange sudah keluar karono sebab sing jogo akeh podho turu lan lali, akhire gawe ulah kaelekan ono masyarakat ono pemerintahan dengan tujuan mengadu rebutan bener dan saling menjatuhkan.Kesimpulan:::
Masalah lintangkemukus sudah turun jam 3 malam Awal Bulan Safar.maka wiridnya-sesuai petunjuk Alloh-baca::surat-fateha+surat-iklas supaya ridho dengan ketentuan alloh atau legowo-rela dan sumeleh-pasrah
Melakukan sholat Tasbih 4 rokaat 2salam.yang Utama setelah melakukan solat Jumat,puasa lebih bagus
Ki Rogo Sukmo ninggal Kaunen-akhir bulan Selo/zulqoidah::rowi kyai shodiq Mberat,Mojokerto-Jombang::
1. Kaintere bumi manungso,muntahe dadi wahoyo,njupuk e tumbalmanungso
Kaintere adalah Proses permbersihan dan Pemilihan yang baik dari yang buruk sehingga dapat dibedakan / digolonggkan benar dan salah, di alam dunia dan manusia,merupakan proses seleksi alam,dimana seleksi alam ini akan membawa bencana akibat ulah tangan manusia itu sendiri,artinya manusia menyakiti/merusak lingkungan alam akibatnya alam juga akan menyakiti manusia dengan bencana dan penyakit-ini adalah proses hukum kausalitas.dalam proses seleksi alam ini secara otomatis membawa korban manusia karena bencana alam dan penyakit.
2. Ireng mendunge banjir tamune, kembung laute ngelep gegere,teko omone loro donyane
Proses pencairan es di kutub utara dan selatan, akan menimbulkan pasang air laut akibatnya ada perkampungan di sekitar pantai akan tenggelam bahkan sebuah pulau akan hilang,Ozon yang tipis akan menimbulkan efek rumah kaca artinya panas matahari akan menyerap air dari pasang air laut secara berlebihan,menjadi mendung/awan kemudian hujan yang menyebabkan banjir bandang,akibat dari banjir yang berlebihan akan meninggalkan penyakit yang menyerang manusia dan tanaman padi akan rusak karena terkena hama.maka kalau sudah seperti ini penderitaan yang akan dituai.
3. Angin cilik gak dibolo angin gedhe ngrusak negoro
Tafsir Material science: akibat Global Warming adalah el nino dan la nina, udara akan mengalir dari area temperatur tinggi menuju area temperatur rendah, angin adalah udara yang mengalir dengan membawa uap air/mendung kemudian hujan dengan debit curah hujan yang besar berakibat banjir dan perbedaan temperature yang tinggi akan menyebabkan badai atau angina ribut di sejumlah kawasan Nusantara yang mengakibatkan bencana Nasional akibat ulah para Penguasa dan konglomerat mengeruk sumber daya alam secara serakah untuk kepentingan sendiri tanpa memperhatikan dampak lingkungan dan social sekitarnya Tafsir Bathin Angin cilik adalah suara wong cilik, angin gedhe adalah para pejabat yang mengatur negara.Artinya ini semua bencana yang terjadi karena penguasa tidak memperhatikan kepentingan rakyat dan lingkunan,kenapa rakyat kecil juga ikut merasakan penderitaan ini karena mereka tidak mempunyai keberanian untuk menentang kesalahan penguasa, karena amar makruf nahi mungkar itu adalah kewajiban setiap warnegara bukan hanya penguasa. N.Muh SAW:bersabda:Pelaku Kezoliman (golongan I,elit politik), Penolongnya (golongan II,kyai+aparat+pendeta) serta Orang yang Rela terhadapnya (golongan III,umat) adalah satu kesatuan. Barangsiapa menerima orang yang zolim dalam kezolimanya, maka Alloh menjadikan Penzolim itu berkuasa terhadapnya dan jika dia (golongan II dan III) berdoa niscaya Doanya Tidak akan dikabulkan.ANTITESA DARI HADITS DIATAS ADALAH SOLUSI UNTUK BANGSA INI AGAR BERUBAH MENJADI MAKMUR YAITU Lakukan tindakan Keadilan disegala bidang maka niscaya Doa Kalian akan terkabul.Bagian terbesar dari kita adalah Golongan III /Rakyat
4. Yen bumi kebek an murko, agomo pitulunge, Wong bener dadekno pancer
Goro-goro/Kemarahan alam bumi Nusantara akan bisa diredam atau diselesaikan dengan cara :
kembali kepada agama masing2 (yang hindhu harus mengamalkan weda, yang budha harus mengamalkan tripitaka,yang Kristen harus mengamalkan injil dan taurat, yang Islam kembali kepada al quran ),definisi Agama secara sederhana adalah mengatur hubungan dengan alam, manusia dan tuhan.Hakekat akhirnya adalah akhlakul karimah atau menuju kepada kesempurnaan akhlak yang merupakan proyeksi dari dasar tauhid-Tuhan yang Maha Esa.(Misi dan Tugas Para Nabi)
wong bener (shadiqin),menjadi qutub/poros./rojiun/jalan kembali ke Alloh. Shadiqin ,versi Quran,adalah sekelompok Mukmin yang dari sisi niat,pembicaraan dan perbuatan bersifat jujur.(An-Nisa:69) Menaati Alloh dan Rasul itu adalah sumber anugerah dan kenikmatan Alloh,mereka itu adalah para nabi,para shiddiqin,orang yang mati syahid dan orang yang shalih.
Artinya agama adalah JALAN dan Wong bener adalah PEMANDU JALAN/PEMIMPIN.Artinya pilihlah atau Carilah Pemimpin yang benar dan Jangan sampai keliru.Caranya Lakukan tindakan Keadilan disegala bidang maka niscaya Doa Kalian akan terkabul , dengan Berdoa dibawah ini:sebagai panduan dasarnya:: doa para pejuang keadilan( doa puncak untuk kejayaan kita dan bangsa) adalah fateha kepada K.N Muh SAW wa alihi wa itrotihi wa jamiil anbiya wal mursalin wasidiqin wa suhada wa solihin, khususon ila Muhammad bin Hasan Askari, R wijaya, Gajah Mada, syekh Subaqir.kemudian :(ayat Quran-mukadimah)Wa ida sa’alaka ibaadi annii fa innii qoriib ujiibu da’awatad daa’i idaa da’aani fal yastajibu li wal yukminu bi laallahum yarsudun 3-7x,istigfar50x,Fateha 11x,Kursyi 11x,surat iklas3x,inna anzalnahu fi lailatul qadr/surat al.qadr.3x,(solawat imam Ali b abutalib a.s,Fatih,Uwais Qorni,untuk mencapai puncak Hakekat dan Ma’rifat, bisa dihitung dengan jari kyai khos di tana Jawa yang punya doa ini)::sholawatullohi wa malaikkattihi wa anbiyaihi wa rusulihi wa hamalatil arsyi wal kursyi wa jami’il kholqihi fi samawati wal ardhi wa ma bainahuma ala sayidina muhamadinil fatihi lima ugliqo wal khotimi liman sabaqo wan nasiril haqqi bil haqqi wal hadi ila sirotikal mustaqim wa ala ahlihi wa itrotihi ahli baiti alahisalam wa rohmatullohi wabarokatuhu bi adadi kulli maklumi laka haqqo qodrihi wa miqdarihil azhim wastagfirullo allazdi laihailahuwal hayulqoyum wa atubu ilaihi 11X,(solawat N Yusuf as, Ketika N.yusuf dibuang oleh saudaranya ke dalam sumur maka Jibril a.s memberi doa ini )ya robbi muhammadin wa ali muhammadi sholi ala muhammadin wa alih muhammadin wa ajjil farojahum waj alli min amri fakrojan wa makhrojan warzuqni min haitsu ahtasib wa la ahtasib 11x:: Tasbih AzZahro(tasbih 33x tahmid 33x takbir 33x)::(kuncilangit+bumi, Ketika Usman bin Affan menyerahkan semua hartanya kepada Nabi.SAW maka doa ini diberikan )::laa ilaaha illallohu wa allohu akbar wasubhanalloh wal hamdulillah wa la haola wala quwata illa billah wastagfirulllohalladzi lailahaila huwal awalu wal akhiru wa dhohiru wa bathinu yuhyi wa yumitu wahuwa hayu layamutu biyadihilkhoiru wahuwa ala syaiin qodiru 9x,(Ali Imron:1-2, Ismul Adhom Quran berdasar Hadits)Alif Lam Mim Allohu lailahailaHuwa Hayu Qoyum huwaallohulladzi lailahailahuwa robbul arsyiladhim 11x, (ketika N.Ibrohim dibakar oleh raja Namrud dan pertolongan Jibril ditolak oleh N.Ibrohim, maka alloh mewahyukan doa ismul adhom ini) ya hayu ya qoyum ya qodim ya daim ya fardu ya witru ya wahid ya ahad ya shomaduladzi lam yalid walamyulad walam yakunlahu kufuwan ahad 11x, (Ismu Dzat al Haq) ya HuWa Ya Alloh Ya Nur Ya Qudus ya Haq,(mempertahankan Iman) Robbana la tuzik u qulubana bakda idhadaitana wa hablana minladunka rahmatan innaka antalwahab 11x,(Doa Mempercepat Kejayaan Dirimu dan Bangsamu) Allohummaghfirli mukminin wal mukminat-atau alohumagfirli zunubi wa walidaya warhamhuma kama robbayanisoghiro wa li jamiil muslim muslimat wal mukminin wal mukminat al ihya minum wal amwat 7x,(doa wasilah Penguasa Ismul Adhom)Assalamu alaika ya Muhammad bin Hasan Askari adrikni- Assalamu alaika yaMuhammad bin Hasan Askari aghistni-7x, (untuk keselamatan dunia dan akhirat) salamun qoulam mirrobbirrohim kunfayakun 11x,surat iklas 1x
5. Sabejo2ne wong sing eling,isih bejo wong sing waspodo,Sabejo2ne wong sing waspodo,isih bejo wong sing sumeleh.
Sumeleh adalah Ridha terhadap Takdir yang Maha Kuasa.Sucikanlah Dia selalu dan Jangan Berburuk sangka kepada –Nya, Mohonlah Bantuan kepadanya dan Jangan Berputu asa.(Versi Syekh Abdul Qadir Jilani)
Habis Gelap Terbitlah Terang:::Wisik 1-Suro/Muharam dengan rowi kyai muhammad Jari-Kabuh-Jombang::Wong cilik jinunjung drajat,Lingkaran setan bakal disirnakae, Musuh2 islam akan tumbang, diganti kelawan prajurit islam, Penjelasan :: ketundukan kepada hukum langit yang ada di kitab suci hindu,wedha,injil,tripitaka adalah islam, artinya akhlak bagus sosialnya bagus akan mempermudah jalan menuju kewalian, Dengan merujuk kepada poin 1: Kaintere bumi manungso,muntahe dadi wahoyo,njupuk e tumbalmanungso,Kaintere adalah Proses permbersihan dan Pemilihan yang baik dari yang buruk sehingga dapat dibedakan antara yang benar dan buruk, yang buruk dihancurkan dan yang baik ditinggikan,jadi Cokro manggilingan dan Kausalitas Sebab Akibat(seleksi Alam) yang akan membuahkan rakyat kecil naik drajat,dengan amar makruf nahi munkar dan doa para pejuang keadilan( doa puncak untuk kejayaan dirimu dan bangsamu) yang merupakan senjata prajurit muslim wa mukmin untuk memusnahkan tentara Setan dan cs-nya.
Untuk mencapai kondisi itu sebaiknya diperhatikan pula wisik2 ghoib denga rowi kyai muhammad da’i –Kabuh,Jombang dan kyai Ismail-Tambar,Peterongan,Jombang,berikut::
mbah Alif,Majapahit,mbethek,Mojoagung:ungkalen Rosomu, sakabehe takdir wus ginaris tapi kudu ikhtiyar,Gusti Pangeran seneng karo wong sing resik.tafsir ungkalen Rosomu adalah ibadah yang memperhatikan syariat makrifat dan hakikat sehingga membekas dalm hati dan akal,berusaha dengan benar dan tafsir Gusti Pangeran seneng karo wong sing resik –tuhan menyukai orang bersih adalah tindakan ucapan benar,sholat tasbih / Ja’far th-thoyar dengan tasbih tamjid subhanalloh wal hamdulillah laa ilaaha illallohu wa allohu akbar
mbah Sayid Sulaeman,mbethek,Mojoagung::Sampurnane laku ono ing ikhlas, roso lan rumongso,Imam Mahdi,th 1999::Sabar lan nrimo,akehono istigfar.pahami surat an-nasr(PERTOLONGAN),ayat terakhir bahwa syarat untuk mendapatkan pertolongan/kemenangan mutlak adalah fa sabbih bihamdika robbika wastagfir innahu kana tawwaba , Secara sederhana adalah melakukan amalan para wali Alloh yaitu habis atau menjelang Maghrib atau Subuh membaca :istigfar 500-1000x, inna anzalnahu fi lailatul qadr/surat al.qadr 500-1000x,surat ikhlas 1000x, Kenapa banyak supaya membekas didalam hati sehingga menyatu dengan aliran darah sehingga menjadikan hati qolbun salim.Rahasia Istigfar ada di ayat quran berikut :faqultus taghfiru innahu kana ghofaro yursilis samai alikum midroro wa yumdikum amwalikum wal banina wa yajalakum jannata-siapapaun yang beristigfar akan mendapatkan rejeki yang melimpah harta dan anak yang sholeh dan masuk surga.Salah satu puncak istigfar adalah surat al qadr menurut Imam Ja’far Shadiq a.s (imam ke 6 syiah)
Tafsir Wisik ungkalen Rosomu, sakabehe takdir wus ginaris tapi kudu ikhtiyar,Gusti Pangeran seneng karo wong sing resik dan Sampurnane laku ono ing ikhlas, roso lan rumongso adalah sholat tasbih dengan rukuk yang lama akan mampu mengusir setan,menambah panjang umur dan rejeki.doa dan berusaha.resik adalah suci artinya tasbih, ayat Alquran yang bercerita tentang bagaimana penghuni-penghuni surga memperoleh makanan/kebutuhan/hajat/cita2.,”Doa-doa mereka di dalam surga adalah (kalimat) Mahasuci Engkau Ya Allah (Subhanakallahuma); ucapan selamat (di antara) mereka di dalam surga (tahiyyatuhum) adalah (kalimat) salam; dan doa mereka yang terakhir adalah Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam [Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin]-Yunus,10. salah satu dari cara hidup penghuni-penghuni surga. Pertama, mereka akan mengucapkan tasbih pada setiap saat mereka membutuhkan sesuatu. Kedua, menebarkan salam sesama mereka. Ketiga, mengucapkan kalimat tahmid pada akhir setiap nikmat yang diperolehnya.Jadi Tafsir nya adalahmelakukan sholat tasbih 4 rokaat 2 salam,rokaat 1-fatha+ Suratuz Zilzaalaha,rokaat 2-fatha+ Suratuz Aadiyaat ,salam, rokaat3-fatha+ Surat an- nasr,rokaat 4-fatha+ Surat iklas ,kalo gak hafal pake semua surat tersebut bisa diganti surat iklas saja.sujud terakhir rokaat ke 4:baca::ALLAHUMMA SALLI ALAA MUHAMMADINW WA AALLI MUHAMMAD,BISMILLAHIR RAHMAANIR RAHIIM SUBHAANA MAN LABISAL IZZA WAL WAQAAR, SUBHAANA MAN TA ATTAFA BIL MAJDI WA TAKARRAMA BIHII SUBHAANA MAL LAA YANBAGHIT TASBIIHU ILLAA LAHU. SUBHAANA MAN AHSAA KULLA SHAYIN ILMUH SUBHAANA DHIL MANNI WAN NI-A’MI SUBHAANA DHIL QUDRATI WAL KARAM ALLAHUMMA INNE AS-ALUKA BIMA A’AQIDIL IZZI MIN ARSHIKA WA MUNTAHAR RAHMATI MIN KITAABIKA WA BI IZMIKAL AA ZAMI WA KALIMAATIKAT TAAAMMATIL LATEE TAMMAT SIDQANW WA ADLAN AS ALUKA AN TU SALLI ALAA MUHAMMADIN WA ALI MUHAMMAD,Salam,doa dengan angkat tangan lalu baca Yaa Rabbi Yaa Rabbi Yaa Rabbahu, Yaa Rabbahu, Yaa Allaahu Yaa Allaahu Yaa Hayyu Yaa Hayyu Yaa Rahiimu Yaa Rahiimu( Yaa Rahmaanu 7x Yaa Arhamr Raahimiin 7x)lalu doa Jibril .as:YAA MAN AZHARAL JAMIILA WA SATARAL QABIIHA. YAA MAN LAM YOAKHIDZ BIL JARIIRATI WA LAM YAHTAKIS SITRA. YAA AZIIMAL A’FWI YAA HASANAT TAJAWOZI YA WAASIAL MAGHFIROTI YAA BAASITA YADAINI BIR RAHMATI YAA SAAHIBA KULLI NAJWAA WA MUNTAHA KULLI SHAKWA YAA MOQIILAL AT-HARATI. YAA KARIIMAS SAFHI YAA AZIIMAL MANNI YAA MUBTADIYAN BIN N’IAMI QABLAS TIHQAAQIHA YAA RABBAHU YAA RABBAHU YAA RABBAHU.
Salam dari Muhammad bin Hasan Askari (keturunan 12 Kanjeng.Nabi Muh. SAW) ,Kyai Semar Punokawan+Bathara Guru dan Gajah Mada bagi mereka yang memperjuang Keadilan Sosial salamun qoulam mirrobbirrohim kunfayakun
Salam…
Para Temanku…. jikalau kita ingin menemui suatu kebenaran akan segala sesuatu yg berkaitan tentangNya…marilah kita kembalikan kpd pertanyaan itu sendiri…
karena bila kita ingin mencari kebenaran maka kebenaran itu ada 3…yg ke 1 kebenaran menurut Subjektif (Pandangan Pribadi), yg ke 2 : Objektif (Pandangan org Banyak), dan ke 3 : Mnurut Kitab2Nya (Sudut pandang ISLAM/tauhid/sunnahnya)….,
maka dari pada itu…kita kembalikanlah kpd kitab2nya sbg tolok ukur yg pasti…yg bisa juga dikatakan sbg manual guidenya dari segala sesuatu kehidupan dan petunjuk yg hidup di dunia ini…
saya pribadi merasa bahwa Kitab2nya lah yg patut menjadi acuan….
didalam al-quran dan kitab2 sebelumnya dijelaskan bahwa setiap masa saling bergantian spt perumpamaan siang dan malam (setiap perkelipatan 14 abad kebenaran hadir atau -+ 700 th skali / 7 bulir(masa)) Masa (gelap(dzulumat)/terang(Nur)) saling bergantian….
kalau kita kaji dan tarik garis dari masa, waktu, dan kejadian sejarah (yg mungkin ada atau tidak ada) ttg sejarah syekh siti jenar….disambungkan dgn misi Khalifah Muhammad Rasulullah sangatlah singkron….kita tarik garis dari awal kemenangan/kelahiran Islam Era Muhammad yaitu sekitar th 634….bila kita kondisikan dengan abad dari kmunculan SSJ (yaitu sekitar abad ke 15an) maka waktu yg dialami dan di jalani oleh SSJ itu sendiri yaitu waktu masanya kegelapan….dimana Islam itu sudah terpecah2 menjadi ideologi2 yg berkolaborasi dgn ideologi bangsa2 dan pemahaman2 yg diluar islam,….jadi mnurut pemahaman subjektif saya….SSJ adalah seorang tokoh Ashabul Kahfi….yg berdiri konsisten terhadap Ajaran Tauhid yg dibawa Muhammad yaitu ISLAM…yg dimana setiap kebenaran muncul slalu diawali oleh penolakan…..bahkan SSJ sendiripun rela mengorbankan nyawanya untuk itu….dan rela ditentang oleh pemahaman mereka2 yg mayoritas….
Alhamdulillah….Kebenaran hanya dari Allah
sambungan….
Mungkin juga SSJ seseorang yg berdiri konsisten dan memegang Pemahaman kebenaran ttg ISLAM Tauhid yg sangat dimusuhi oleh Bangsa2 & ideologi2 lainnya yg pada masa itu ialah masanya kegelapan (dzulumat),…bukankah Sunnah itu pengulangan spt siang dan malam saling bergantian?
masih pada Masa / Fase apakah kehidupan sekarang ini, bila kita tarik dari awal kemenangan ISLAM yg dibawa Muhammad??,…inilah PR kita bersama untuk kita pikirkan….karena sejarah itu salaing berkaitan satu sama lainnya sehingga jadilah kita yg sekarang ini….
imankah kita akan ISLAM itu?
apakah ISLAM itu Agama?
ataukah ISLAM itu sebuah SISTEM kehidupan Alam semesta dan manusia?
Wassalam
Wali Songo Versus Syekh Siti Jenar……semua akibat londo keparat………..tidak ada yg salah dengan Wali Songo & Syekh Siti Jenar yg telah menggagungkan Islam di bumi Jawi & dsktrnya….dengan gaya dan pemikirannya masing-masing….londo keparat membelokkan kisah sebenarnya kawan…..ingat Sebagian dari Wali Songo adalah murid Syekh Siti Jenar…tidak perlu diragukan keabsahannya……Manusia tidak ada yg sempurna…Wali Songo bermain Politik Praktis…mungkin terlalu elitis….Islam Harus didengungkan dari dalam tubuh Feodalism yg notabene telah menjadi antek londo dengan harapan apabila ada Raja-Raja Jawi yang telah memeluk Islam maka akan lebih mudah menyampaikan ajaran Islam mengingat masyarakat Jawi yang taqlid kepada Rajanya..tidak demikian dengan Syekh Siti Jenar….belajar Agama ya harus berdasarkan “Kesadaran Diri”, bukan ikut2an, Syekh Siti juga mencurigai bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan Wali Songo adalah pesanan dari londo….karena Wali Songo disinyalir mendapatkan “tekanan” dari londo akan membumi hanguskan tanah Jawi jika tidak mengikuti aturan main londo, bukannya Wali Songo takut kepada londo…akan tetapi lebih memikirkan implikasi dari ancaman londo jika benar2 membumi hanguskan tanah Jawi maka rakyat tak berdosa akan menjadi korban…dalam hal ini Syekh Siti mendapat dukungan dan simpati baik dari para pengikutnya maupun rakyat kebanyakan…..kewajaran kodrati bukan…karena secara nyata berani menentang “kehadiran” londo dengan politik Divide Et Imperanya…..dan ternyata berhasil kawan 350 tahun……gak bisa dipungkiri kan………Wali Songo muballigh, Syeh Siti Juga Muballigh…matang dalam Ilmu agama, baik hubungannya dengan Sang Khalik dan sesama manusia, santun dalam berpolitik………..dan berdakwah….tidak ada yang salahhhhhh dengan WS dan SSJ….Tuhan terlalu cinta kepada Syekh Siti dan Wali Songo…sehingga tidak diizinkanNya makhluk-makhluk muliaNya dikotori dengan Politik balas dendam…..pertumpahan darah, debat ilmu agama…dll
sangatlah jelas contohnya kawan…ingat ketika pelajaran Sunan Kalijaga dikubur hidup2 oleh gurunya Sunan Bonang, Sunan Kalijaga sendiri dan orang2 awam mengira Sunan Kalijaga akan diberikan ilmu kesaktian oleh Sunan Bonang…sesungguhnya yang diinginkan oleh Sunan Bonang adalah kematian bagi Sunan Kalijaga karena merasa malu kepada Allah SWT, sedih, pasrah karena tidak tahu lagi harus bagaimana mendidik sang murid yang ternyata seorang pembunuh ( Sunan Kalijaga–dalam masa berdakwahnya menghabisi beberapa nyawa perampok di sebuah hutan…yang dibiarkan hidup salah satunya adalah Pandanaran dan kelak menjadi muridnya ) apa yang terjadi setelah Sunan Kalijaga dikubur hidup2, ternyata Allah menghendaki Sunan Kalijaga tetap hidup, kenapa…….” Karena Allah Maha Mengetahui Siapa yang benar dan Siapa yang Salah ” tidak mungkin Sunan Bonang terjebak dua kali dengan menghakimi/menjustifikasi Syekh Siti Sesat sesat2nya………..beliau bukan orang bodoh kawannnnnnnnnnnnnnnnnnnn, Bagaimana sewotnya Sunan Giri kepada Sunan Kalijaga yang mengaku muballigh namun dandanannya tidak layak seperti muballigh, bahkan meniru berandalannnnnn, setiap hari Sunan Giri merasa rish dan senantiasa mencibir Sunan Kalijaga, muballigh harus pakaian bersih, terang warnanya, karena mencirikan identitas muballigh…sampai akhir hayatnya Sunan Kalijaga tidak terpengaruh dengan cibiran Sunan Giri yang notabene keturunan Arab dan memang cocok menggunakan busana putih ala Arab…sampai detik inipun saya masih bertanya-tanya manusia jenis apa yang mampu mengeluarkan ruhnya dari jasmani tanpa dicabut oleh malaikat..tapi keinginan sendiri karena kerinduannya ingin berjumpa dengan Sang Khaliknya…………ini persoalan hati kawan, bukan simbol….karena Agama adalah hati….bukan Universum Symbolicummmmmmmmm…Islam Sederhana..sesederhana yang membawanya…Kanjeng Nabi Muhammad SAW..mau dekat dengan Tuhanmu tatolah hatimu dengan kebaikan jangan engkau tato hatimu dengan keburukannnnnnnnn lagi munkar…karena sesungguhnya Tuhan akan bersemi di hati2 yg baik lg bersih….kalo kotor pikir aja ndiriiiiiiiiiii
” Sampai detik ini saya….. masih bertanya-tanya manusia jenis apa yang mampu mengeluarkan ruhnya dari jasmaninya tanpa dicabut oleh malaikat..tapi oleh keinginan dirinya sendiri karena begitu rindunya ingin berjumpa dengan Sang Khaliknya. ”
Innamaamruhu iza arada saiayya kullalahu kun fayakun
Jalan kematian adalah seindah2nya jalan yang pernah diciptakan Tuhan….Sungguh mati itu spekTAKULER
Wassalam.Wr.Wb
apa benar ketika ssj mati dibunuh mengeluarkan darah yang bertuliskan nama allah
apa benar ketika ssj mati dibunuh mengeluarkan darah yang bertuliskas nama allah..???????
Tidak benar.
yang benar, ketika SSJ mati di bunuh, mengeluarkan darah yang bertuliskan … “Mana Bechyek, ga ada Ojyeek..”
kayaknya banyak yang tau syech sidi jenar tapi nggak kenal
Wa’llahu a’lam bishowab…
Itulah agama / kepercayaan ……, itulah manusia……., inilah kehidupan………..,
Sebagai sesama umat manusia tidaklah pantas bagi kita membenarkan maupun menyalahkan, karena hakekat kehidupan (salah satunya) CINTAILAH SESAMAMU (umat manusia).
Biarlah mereka yg sudah “ALM” beristirahat dengan tenang, jangan memberatkan hisab mereka dengan pertentangan yang ada, doakan mereka.
Nah tugas kita smua …………….!
AYO PERANGI ORANG2 YG TIDAK PERCAYA HARI AKHIR (bukan pemeluk agama lain) yaitu :
1. Orang2 yg berani melewati batas2 yg ada dalam KITAB2 ALLAH
2. Orang2 yg tidak memegang amanah
Syehk siti Jenar merupakan tokoh yang saya idolakan lho.
Soalnya pandangan dia mengenai Tuhan dengan menganggap dirinya Tuhan itu begitu menarik.
Bahkan ada beberapa artikel yang menuliskan bahwa para walisongo mengakui kesalahannya membunuh syekh Siti Jenar.
Tapi yah mo gimana lagi.
saya hanya bisa mengaguminya saja. Kan gak mungkin menjalankan ajarannya. Soalnya gak ada yang ngajarin.
SSJ memiliki pola pikir yg melampaui batas pada zamanya, ajaranya sangat luar biasa yang saya tahu beliau cuma ingin mengajarkan islam dengan budaya jawa,yaitu islam yang rahmatan lil alamin. memang untuk memahami ajaran beliau wajib menggunakan akal pikiran dan juga kepandaian kita membaca alam ini. seperti mana yg di alquran bahwa sering kali menyebut “orang-orang berilmu/berakal”. knapa ajaran yang mengajarkan kebaikan dan juga rahmatan lilalamin d bilang sesat. apakah itu menunjukan ketidakmampuan kita untuk berpikir manggunakan akal dalam memahami kitab al quran. sudah saatnya kita mengenali jati diri kita. terlalu berani apabila kita di dunia ini hidup tanpa mengenal jati diri kita. karna di alam akerat nanti akan lebih buta.
mohoon maaf bila ada yg salah mohon di luruskan……
cape juga ya baca semua commen… tapi yang jelas teman teman pinter-pinter semua, terutama si cinta laura tuh he he he he…
saya cuman ngasih saran, bagi yang tidak kenal siapa syekh siti jenar yang sebenarnya secara hakiki jangan menilai hal yang negatif padanya.karena walaubagaimanapun beliau adalah seorang syekh.yang mengajarkan kita berbudi pekerti dan berakhlak mulia