Ditulis pada 19 Juli, 2007 oleh sukab
Seni dan Air Seni Sopir Taksi
“Kalau ada bau pesing di tempat kering,
boleh jadi bekas kencing sopir taksi.”
Bermobil di Jakarta adalah salah satu cara tersiksa. Namun seberat apapun manusia Jakarta mengeluh, penderitaannya tidak akan seberat sopir taksi, karena kehidupan sopir taksi justru berada dalam kemacetan itu. Supaya selamat, sopir taksi melakukan pekerjaannya dengan suatu [...]
DIarsipkan di bawah: Esai | 7 Komentar »
Ditulis pada 19 Juli, 2007 oleh sukab
Jakarta Tidak Gemerlapan
Kegemerlapan Jakarta adalah cermin kepahitan yang gagal diredamnya.
Barangkali sudah waktunya menyadari, Jakarta bukanlah kota gemerlapan seperti yang ditampilkan oleh kemasan media massa. Segitiga Emas hanyalah suatu kavling terbatas, sisanya adalah keremangan yang sia-sia berusaha mempertahankan mimpi dengan kegemerlapan semu. Kafe-kafe memang tertata dengan nyaman, dengan nama makanan yang susah diucapkan dan gaya para [...]
DIarsipkan di bawah: Esai | 5 Komentar »
Ditulis pada 7 Juli, 2007 oleh sukab
Terima kasih Riza Almanfaluthi yang sudah mengirimkan Resensi ini melalui e-mail pembaca.sga@gmail.com
Biola Tak Berdawai
:Sebuah Roman
Seno Gumira Ajidarma & Sekar Ayu Asmara
Penerbit PT Andal Krida Nusantara (Akur)
Cet. II Maret 2004
Tanpa dawai, bagaimanakah biola bisa bersuara? Biola bagaikan tubuh, dan suara itulah jiwanya—tetapi di sebelah manakah dawai dalam tubuh manusia yang membuatnya bicara? Jiwa hanya bisa [...]
DIarsipkan di bawah: Berita | 1 Komentar »