Posted on 15 Mei, 2007 by sukab
Rembulan dalam Cappuccino
SEMINGGU setelah perceraiannya, perempuan itu memasuki sebuah kafe,
dan memesan Rembulan dalam Cappuccino. Ia datang bersama senja, dan
ia harus menunggu malam tiba untuk mendapatkan pesanannya.
CAPPUCCINO1 dalam lautan berwarna coklat, datang langsung dari
tercemplung cangkir, tenggelam sebentar, tapi lantas pingpong-tapi
bukan bola pingpong, ini rembulan. Semua orang berada dalam kafe diam-
diam melangkah keluar, menengok ke langit, ingin [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita Pendek | Ditandai: absurd, cappuccino, imajinasi, rembulan | 4 Komentar »
Posted on 15 Mei, 2007 by sukab
Senja di Pulau Tanpa Nama
SEPERTI Kawabata, aku mencintai seorang perempuan yang tidak pernah
ada. Jika dia memang ada, tentunya ia sedang berdiri di sana, di
pulau tanpa nama itu, dalam remang senja tanpa langit yang kemerah-
merahan tanpa mega bersepuh cahaya keemasan-emasan tanpa segala
sesuatu yang seperti biasanya membuat senja menjadi begitu sendu dan
mengharukan begitu indah dan menggetarkan–tanpa itu [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita Pendek | Ditandai: cinta, pulau, senja | 3 Komentar »
Posted on 15 Mei, 2007 by sukab
Simsalabim
PADA suatu hari di wilayah bencana itu datanglah seorang tukang
sulap. Bencana telah lama pergi sebenarnya, tetapi kehidupan mereka
sebelum bencana itu tiba tidak pernah kembali. Sekali korban tetap
korban. Entah kenapa sulit sekali mengubah kehidupan mereka sebagai
korban. Sekian waktu telah berlalu, tetapi mereka semuanya masih
hidup di bawah tenda, masih mengantre jatah makan, dan masih
mendapatkan segala kebutuhan pokok [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita Pendek | Ditandai: tukang sulap | 1 Komentar »