Posted on 11 Mei, 2007 by sukab
TAKSI BLUES
Malam berhujan. Kudengar lagu blues.
By a route obscure and lonely,
Haunted by ill angels only, *)
”Kusaksikan pemandangan,” terdengar radio taksi itu. Kusambar mikrofon.
”Sembilan-sembilan.”
”Posisi di mana?”
”Menteng.”
”Ada tamu lapor bukunya ketinggalan.”
”Seperti apa tamunya?”
”Cewek cakep begitu.”
”Cakep?”
”Cakep sekali begitu.”
”Bukunya kayak apa?”
”Judulnya susah, tapi begini ejaannya: November-India-Echo-Tango-Zero-Siera-Charlie-Hotel-Echo.”
Kubuka laci mobil. Kubaca judulnya. Busyet. Pernah kudengar sebuah kalimat di dalamnya: Tuhan sudah [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita Pendek | Ditandai: blues, malam, pembunuhan, supir taksi | 4 Komentar »
Posted on 11 Mei, 2007 by sukab
Selamat Malam, Duhai Kekasih
DARI jauh Sukab sudah mendengar lagu dangdut itu.
selamat malam
duhai kekasih
sebutlah namaku
menjelang tidurmu
Langkah menjadi ringan, seringan hatinya sejak sore sudah melayang-layang. Tumirah, ya Tumirah, wanita itu sudah berjanji akan menunggunya di malam Tahun Baru. Sudah berjanji akan berjoget di lapangan terbuka, lapangan sepak bola di kampungnya yang kini menjadi arena pesta. Tumirah, Tumirah, [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita Pendek | Ditandai: dangdut, kekasih, malam, sukab | 4 Komentar »
Posted on 11 Mei, 2007 by sukab
Telepon dari Aceh
SEORANG koruptor zaman Orde Baru yang luput dari pengawasan Indonesian Corruption Watch duduk menghadapi meja makan. Di sana ia mengumpulkan istri dan anak-anaknya, dan sambil makan mulai bicara.
“Bapak sungguh-sungguh bersyukur, sampai hari ini Bapak masih selamat. Barangkali memang tidak mungkin menyapu seluruh koruptor yang ada di Indonesia. Koruptor nomor satu atau nomor dua [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita Pendek | Ditandai: koruptor | 1 Komentar »