Ditulis pada 26 April, 2007 oleh sukab
“Sejarah dipelajari bukan hanya untuk ketepatan data, melainkan juga untuk memetik makna. Sebuah otobiografi bisa bermakna dengan cara…”
SEBUAH autobiografi secara politis boleh dibilang merupakan usaha legitimasi. Seolah-olah penulisnya berujar, “Inilah yang sebenarnya saya lakukan dan tidak ada yang lebih benar daripada ini.” Tidak aneh jika kata-kata seperti meluruskan sejarah sering diumbar untuk mengiringi penerbitan buku [...]
DIarsipkan di bawah: Esai | 3 Komentar »
Ditulis pada 25 April, 2007 oleh sukab
Saksi mata itu datang tanpa mata. Ia berjalan tertatih-tatih di tengah ruang pengadilan dengan tangan meraba-raba udara. Dari lobang pada bekas tempat kedua matanya mengucur darah yang begitu merah bagaikan tiada warna merah yang lebih merah dari merahnya darah yang mengucur perlahan-lahan dan terus menerus dari lobang mata itu.
Darah membasahi pipinya membasahi bajunya membasahi celananya, [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita Pendek | 4 Komentar »
Ditulis pada 24 April, 2007 oleh sukab
Senja semburat dengan dahsyat di kaca spion. Sangat menyedihkan betapa
di jalan tol aku harus melaju secepat kilat ke arah yang berlawanan.
Di kaca spion, tengah, kanan, maupun kiri, tiga senja dengan seketika
memberikan pemandangan langit yang semburat jingga, tentu jingga yang
kemerah-merahan seperti api berkobar yang berkehendak membakar meski
apalah yang mau dibakar selain menyepuh mega-mega menjadikannya
bersemu jingga bagaikan [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita Pendek | Tidak ada komentar »